Jika kamu mengamati mesin kendaraan mobil atau sepeda motor, benda-benda tersebut bisa hidup dan bergerak karena adanya proses pembakaran bahan bakar. Dari proses tersebut, dihasilkan zat sisa berupa asap yang dikeluarkan melalui pembuangan. Nah, tubuh kita juga seperti mesin-mesin tersebut yang memerlukan zat-zat tertentu dan mengeluarkan zat sisa yang tak berguna.

ginjal

Kita perlu makan dan minum, dan pada saat tertentu tubuh akan mengeluarkan keringat, urin, dan udara pernapasan. Ada tiga jenis pengeluaran zat pada manusia, yaitu defekasi, sekresi, dan ekskresi.

  • Defekasi, yaitu proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan berupa tinja yang dikeluarkan melalui anus.
  • Sekresi, yaitu proses pengeluaran getah oleh kelenjar yang berguna bagi tubuh. Getah itu mengandung enzim atau hormon.
  • Ekskresi, yaitu proses pengeluaran sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh manusia.

Nah kali ini bangkusekolah.com akan membahas sistem pengeluaran atau ekskresi pada manusia.

Pada sistem ekskresi, sisa-sisa metabolisme diserap dari darah, kemudian diproses, dan akhirnya dikeluarkan melalui alat ekskresiyang terdiri atas ginjal dan kulit.

A. Ginjal atau Ren

Alat ekskresi utama pada manusia yaitu ginjal. Ginjal memiliki bentuk seperti biji kacang buncis, warnanya merah cokelat. Ada dua pasang ginjal pada tubuh manusia yang letaknya ada di dekat tulang-tulang pinggang.

Ginjal kiri ukurannya lebih besar dibandingkan ginjal kanan. Letak ginjal kanan lebih rendah karena terdesak oleh hati. Masing-masing ginjal akan mengeluarkan zat sisa penyaringan darah berupa urin atau air seni. Air seni dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Lalu, dikeluarkan dari tubuh.

Ginjal terdiri atas lapiran luar dan lapisan dalam. Lapisan luar disebut kulit ginjal, dan lapisan sebelah dalam disebut sumsum ginjal.

Pada bagian ginjal yang paling dalam yang berupa rongga ginjal disebut pelvis renalis. Ada jutaan alat penyaring yang ada pada bagian korteks disebut nefron. Satu nefron terdiri atas badan malpighi dan tubula. Badan malphigi tersusun atas kapsula Bowman dan glomerulus yang berupa gulungan pembuluh darah.

Ginjal berfungsi menyaring darah. Dari proses penyaringan ini dikeluarkan zat sisa berupa urin. Proses di dalam ginjal meliputi penyaringan, penyerapan kembali zat-zat yang berguna, dan pengeluaran zat yang pada saat itu tidak diperlukan dan tidak bisa disimpan dalam tubuh. Proses penyaringan berlangsung pada badan malpighi. Alat penyaringnya disebut glomerulus. Darak yang mengalir menuju glomerulus mengalami penyaringan yang selanjutnya masuk ke kapsula Bowman. Sisa penyaringan berupa urin yang masih mengandung banyak zat yang diperlukan oleh tubuh, seperti glukosa, garam-garam, dan asam amino.

Kemudian, untuk zat-zat yang masih diperlukan tubuh akan mengalami proses reabsorbsi atau penyerapan kembali di dalam kapsul Bowman. Selanjutnya, urin yang sudah terbentuk pada ginjal akan dilanjutkan menuju kandung kemih melewati ureter. Untuk sementara, urin akan ditampung dalam kandung urine sampai jumlah tertentu yaitu sekitar 300 cc.

Jika sudah memenuhi dalam jumlah tertentu, urin akan diteruskan keluar tubuh melalui uretra dan pengeluarannya diatur oleh otot sfinkter serta kegiatan susunan saraf, kecuali pada anak kecil atau pada orang yang telah lanjut usia.

Jumlah urin yang terkumpul akan dipengaruhi oleh banyaknya air minum yang dikonsumsi dan pengaruh hormon antidiuretika, tetapi juga dipengaruhi oleh jumlah garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan asmosis darah tetap.

 

B. Kulit

Ketika ketika berolahraga, kulit akan berkeringat. Maka dari itu, kulit termasuk salah satu alat pengeluaran.

Selain untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan-kerusakan fisik akibat gesekan, penyinaran, kuman, dan zat kimia, fungsi lain dari kulit yaitu berfungsi untuk mengurangi kehilangan air, mengatur suhu tubuh, menerima rangsangan dari luar dan sebagai alat ekskresi.

Terdapat kelenjar keringat pada kulit. Pangkal kelenjar ini menggulung dan berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf simpatik. Kelenjar keringat akan menyerap air dengan larutan NaCl dan sedikit urea dari kapiler darah. Kemudian, air beserta larutannya akan dikeluarkan menuju pori-pori kulit.

Saat pengeluaran keringat berlebihan, kita akan cepat merasa haus dan lapar. Ketika berada di bawah terik matahari, tubuh akan banyak mengeluarkan keringat yang mengandung larutan garam. Jika tubuh kehilangan banyak larutan g aram dari larutan darah maka bisa berakibat kekejangan dan pingsan.

Keluarnya keringat dari dalam tubuh tidak dipengaruhi oleh saraf. Namun, rangsangan saraf mampu membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Selain itu, emosi juga bisa mempengaruhi keluarnya keringat ketika sedang ketakutan. Saat itu, pembuluh darah menyempit dan kulit terlihat pucat.