Apa kabar sobat bangkusekolah.com? Semoga selalu sehat wal’afiat ya. Masih semangat belajar kan? Pastinya iya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai otot dan persendian. Yuk kita bahas satu per satu.

zl

A. Otot

Tulang tidak dapat bergerak sendiri. Tulang dapat bergerak karena adanya otot. Itulah mengapa tulang disebut sebagai alat gerak pasif. Otot memiliki kemampuan tuk memanjang dan memendek sehingga terjadi pergerakan. Coba kamu amati otot yang terletak pada lengan atas. Lakukan pergerakan meluruskan dan melipat lengan. Apakah kamu melihat adanya perbedaan otot pada lengan tersebut?

Pada dasarnya, otot dibedakan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

  1. Otot Lurik

    Sesuai dengan namanya, otor lurik memiliki tampilan gelap dan terang seperti lurik jika dilihat dengan menggunakan mikroskop. Otot ini memiliki fungsi dalam melakukan pergerakan. Dengan adanya otot lurik, maka manusia bisa melakukan gerakan. Manusia bisa mengendalikan otot lurik seperti memendekan atau memanjangkannya.

  2. Otot Polos

    Otot polos apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop akan tampak polos. Tak ada bagian gelap atau terang pada otot ini. tot polos merupakan penyusun bagian organ tubuh bagian dalam, seperti pada saluran pencernaan dan saluran pernafasan.

    Manusia tidak dapat mengendalikan konstraksi otot polos secara sadar. Jadi, kamu tak bisa menentukan kapan otot polos akan berkontraksi maupun berhenti. Jadi, otot polos bekerja di luar kesadaran manusia.

  3. Otot Jantung

    Tampilan otot jantung hampir mirip dengan otor lurik. Akan tetapi, otot jantung tidak bisa dikendalikan secara sadar. Otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh manusia sehingga kamu tak bisa menentukan kapan jantung harus berdenyut cepat atau lambat.

B. Persendian

Tulang-tulang pada tubuh manusia saling berhubungan satu sama lain. Nah, tulang-tulang ini dihubungkan dengan sendi. Jadi, persendian ialah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain. Pada ujung-ujung tulang terdapat tulang rawan yang merupakan bantalan sehingga tulang tidak langsung bertemu dengan tulang lain. Tulang-tulang pada persendian diikat oleh suatu bahan yang kuat dan lentur yang disebut ligamen.

Coba kamu amati tulang ayam. Di antara tulang kaki ayam, kamu akan melihat bahwa ada semacam daging sehingga kedua tulang sulit dilepaskan. Bagian yang daging tersebut ialah ligamen yang memiliki sifat liat dan lentur. Tulang-tulang pada manusia juga dihubungkan oleh ligamen. Karena adanya sendi inilah manusia bisa bergerak.

Peran persendian sangat penting dalam pergerakan tubuh. Karena adanya sendi, kamu bisa melakukan pergerakan kaki, sendi, dan tangan. Jika tak ada sendi, kamu tidak bisa melakukan pergerakan.

Berdasarkan Sifat Gerak

Berdasarkan sifat gerak, sendi dikelompokkan ke dalam tiga jenis yaitu :

  • Sendi Mati, ialah hubungan antar tulang yang tidak dapat digerakkan seperti pada tulang tengkorak.
  • Sendi Gerak, ialah hubungan antartulang yang bisa memungkinkan terjadinya pergerakan secara bebas.
  • Sendi Kaku, ialah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara terbatas seperti pada tulang pergelangan tangan.

Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya, sendi dikelompokkan ke dalam lima bentuk yaitu :

  • Sendi Peluru, gerakan ke segala arah. Contohnya sendi antara lengan atas dan bahu.
  • Sendi Engsel, gerakan ke satu arah. Contohnya yaitu sendi siku dan lutut.
  • Sendi Putar, gerakan memutar. Contohnya sendi pada tulang leher.
  • Sendi Geser, memungkinkan terjadinya pergeseran antar tulang, contohnya pada tulang belakang.
  • Sendi Pelana, memungkinkan terjadinya gerakan memutar dan melengkung. Misalnya pada sendi ibu jari.

C. Gangguan Pada Sistem Gerak

Sistem gerak dapat mengalami gangguan karena beberapa hal seperti kelainan sejak lahir, kekurangan vitamin dan kecelakaan. Berikut contoh gangguan pada sistem gerak.

  1. Ricket

    kekurangan zat kapur, fosfor, dan vitamin D. Akibat kelainan ini, kaki berbentuk seperti huruf O atau huruf X.

  2. Osteoporosis

    pengeroposan tulang karena penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukannya. Penyebab penyakit ini ialah kekurangan kalsium. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

  3. Patah Tulang

    Patah tulang terjadi karena benturan yang terlalu keras. Orang yang mengalami patah tulang dapat sembuh kembali apabila si penderita umurnya masih muda. Namun, persambungan antara tulang yang patah tidak baik sehingga tidak sempurna atau terlihat cacat.

  4. Arthritis

    Arthritis merupakan peradangan pada sendi. Biasanya, penyakit ini diakibatkan oleh seringnya mengangkat beban yang terlalu berat, atau infeksi mikroorganisme.

  5. Lepas Sendi

    Lepas sendi terjadi karena kecelakaan atau melakukan olahraga yang berat.

  6. Kebiasaan Posisi Duduk

    Orang akan mendapatkan kelainan tulang karena kebiasaan posisi duduk yang salah.

    • Skoliosis, kelainan pada tulang belakang yang melengkung ke samping
    • Kifosis, kelainan pada tulang belakang yang melengkung ke belakang sehingga tubuh bungkuk.
    • Lordosis, kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan sehingga perut maju.