Nasionalisme tidak tumbuh secara tiba-tiba melainkan melalui beberapa proses yang terjadi sejak dulu. Pada jaman dahulu, masyarakat Indonesia tidak memiliki sifat nasionalisme. Mereka bersifat kedaerahan. Ada dua faktor yang mendorong lahirnya nasionalisme yaitu:

cover-kesadaran-nasional-dari-kolonialisme-sampai-kemerdekaan-jilid-i

Faktor Internal

  1. Sejarah Masa Lampau yang Gemilang

    Lahirnya perasaan nasional rakyat Indonesia tidak lepas oleh pengaruh masa kejayaan di masa lampau. Masa Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya telah mengalami zaman nasional karena wilayah yang dikuasainya hampir seluruh wilayah Indonesia.

  2. Penderitaan Akibat Penjajahan yang Berlarut-larut

    Rakyat Indonesia dijajah oleh penjajah dalam waktu yang lama. Dalam masa penjajahan tersebut, rakyat Indonesia mengalami penderitaan yang teramat sangat dan dalam waktu yang lama. Adanya penderitaan tersebut membuat rakyat Indonesia sadar perlunya sifat nasionalisme untuk menggalang persatuan sehingga bisa bersama-sama mengusir penjajah dari Indonesia.

  3. Pengaruh Perkembangan Pendidikan Barat di Indonesia

    Belanda membawa pengaruh perubahan terhadap Indonesia. Salah satunya adalah tekanan dari anggota Partai Sosial Demokrat yang bernama van Deventer. Dia bahkan menulis kritikan tajam tentang bangsanya sendiri kemudian dimuat dalam jurnal Belanda dengan judul hutang budi atau hutang kehormatan. Isi dari tulisan tersebut mengatakan bahwa Belanda mengalami kekosongan kas dan kas tersebut dapat terisi kembali karena adanya pengorbanan orang-orang Indonesia. Maka sebab itu dia beranggapan bahwa Belanda memiliki hutang budi kepada Indonesia.

  4. Pengaruh Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia

    Umat Islam memiliki peranan yang penting dalam pendidikan di Indoneisa. Ada tiga macam jenis pendidikan Islam, yaitu di surau, di pesantern, dan di madrasah. Materi yang diajarkan tidak hanya mengenai materi pelajaran Agama Islam namun materi pelajaran umum juga diajarkan. Banyak tokoh pergerakan nasional Muslim yang lahir.

  5. Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia

    Banyak lahir golongan pelajar Indonesia akibat adanya pendidikan Barat. Dahulu kala, ada sistem diskriminasi yang mana hanya golongan bangsawan saja yang boleh bersekolah, sedangkan kaum pribumi biasa tidak bisa bersekolah.

    Adanya para pelajar di Indonesia mendorong mereka untuk mendirikan beberapa sekolah yang ditujukan untuk kaum pribumi. Jadi, rakyat biasa tetap bisa bersekolah mendapatkan pendidikan.

    Sekolah yang didirikan oleh kaum pelajar disebut sebagai sekolah kebangsaan karena tujuan adanya sekolah tersebut untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada rakyat Indonesia.

    Ada banyak tokoh yang mendirikan sekolah kebangsaan, diantaranya yaitu: Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswa, Douwes Dekker dengan Ksatrian School, dan Moh. Syafei dengan perguruan Indonesische Nederlandsche School Kayu Tanam atau sering disebut sebagai INS Kayu Tanam.

    1. Taman Siswa

      Pendiri Taman Siswa yaitu Ki Hajar Dewantara atau nama lainnya Suwardi Suryaningrat. Tujuan didirikan sekolah ini untuk menanamkan rasa nasionalisme pada golongan muda.

    2. Ksatrian School

      Sekolah ini didirikan oleh Douwes Dekker atau Danudirjo Setyabudi pada tahun 1924. Semboyan sekolah ini “ mengabdi masa depan rakyat”.

    3. INS Kayu Tanam

      Pendiri sekolah ini yaitu Mohammad Syafei. Dia mendirikan sekolah ini tanggal 31 Oktober 1926. Sekolah ini ingin menanamkan semangat kerja dan kemandirian kepada rakyat Indonesia. Jika rakyat Indonesia sudah memiliki rasa kemandirian, diharapkan mereka akan memiliki rasa nasionalisme untuk berjuang meraih kemerdekaan. Asas sekolah ini yaitu menolong diri sendiri.

  6. Dominasi Ekonomi Kaum Cina di Indonesia

    Kaum pribumi sangat kesal terhadap kaum cina yang menguasai perekonomian. Hal ini ada peran Belanda dengan tujuan membuat iri kaum pribumi. Belanda memberikan kesempatan kaum Cina untuk menguasai beberapa bisnis seperti pertokoan. Hal ini membuat sesama kamu pribumi bersatu menghadapi sikap Cina yang semakin agresif.

Faktor Eksternal

Selain karena faktor intern yang berasal dari dalam negeri, kesadaran nasionalisme juga akibat faktor ekstern yaitu:

  1. Kemenangan Jepang

    Pada tahun 1904 sampai 1905, Jepang berperang dengan Rusia. Pemenang dalam peperangan itu yaitu Jepang. Hal ini memberikan semangan kepada bangsa Indonesia untuk bisa merdeka secepat mungkin.

  2. Partai Kongres India

    Bangsa Indonesia mendapatkan inspirasi dari partai Mahatma Gandhi yang ada di India. Partai ini berjuang melawan Inggris yang menjajah India.

  3. Filipina di bawah Jose Rizal

    Dulu Filipina dijajah oleh Spanyol. Di sana, ada seorang tokoh namanya Jose Rizal. Dia merintis pergerakan nasional dengan membentuk Liga Filipina. Para cendekiawan Indonesia mendapatkan inspirasi dari sikap patriotismen dan nasionalisme Jose Rizal.

  4. Gerakan Nasionalisme Cina

    Di Cina ada Dinasti Manchu. Dinasti ini merupakan kelompok bangsa asing yang bekerja sama dengan imperialisme Barat. Rakyat Cina menentang dinasti tersebut dengan membentuk pergerakan nasionalisme Cina dengan diawali adanya pemberontakan Tai Ping dan Boxer. Hal ini membuat Bangsa Indonesia bersemangat untuk ikut serta membentuk pergerakan nasional melawan penjajah yang ada di Indonesia.

  5. Gerakan Turki Muda

    Ada gerakan Turki Muda pada tahun 1908. Pemimpun gerakan nasionalisme ini yaitu Mustafa Kemal Pasha.