Dalam sifat koligatif larutan, zat terlarut yang mempengaruhi memiliki konsentrasi. Konsentrasi tersebut biasanya dinyatakan dalam persen massa, molaritas, molalitas, dan juga fraksi mol. Untuk dapat menguasai materi sifat koligatif larutan, maka terlebih dahulu harus paham materi konsentrasi zat terlarut yang dinyatakan dalam berbagai bentuk yaitu sebagai berikut :

1. Persen Massa

Persen massa menyatakan massa suatu zat (dalam hal ini adalah zat terlarut) yang terdapat dalam setiap 100 gram campuran. Rumus dari persen massa adalah

Contoh :

Larutan urea 30% memiliki arti bahwa di dalam 100 gram larutan urea terdapat 30 gram urea dan 70 gram air.

2. Molaritas

Molaritas atau kemolaran suatu larutan menyatakan banyaknya mol zat terlarut yang terlarut di dalam satu liter larutan. Jika dilihat secara kuantitafif, molaritas kerupakan perbandingan antara mol zat terlarut per-liter larutan sehingga diperoleh rumus

dengan :

M = molaritas (mol/L atau mol dm-3)

n  = mol zat terlarut (mol)

V  = volume larutan (liter atau dm-3)

Molaritas juga memiliki hubungan dengan persen massa yaitu

Contoh :

Hitung molaritas larutan asam cuka 15% jika massa jenis larutan 1,2 g/ml (Mr cuka = 60)!

Jawab :

3. Molalitas (m)

Molalitas atau kemolalan menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1000 gram pelarut. Dari pernyataan tersebut dapat dinyatakan secara matematis dengan rumus :

dengan,

m = molalitas larutan

n = jumlah mol zat terlarut

p = massa pelarut

Contoh:

Hitunglah molalitas larutan yang terjadi bila 12 gram kristal MgSO4 dilarutkan dalam 200 gram air. (Mr MgSO4 = 120)

Jawab :

4. Fraksi Mol (x)

Fraksi mol suatu zat di dalam suatu larutan menyatakan perbandingan banyaknya mol dari zat tersebut terhadap jumlah mol seluruh komponen dalam larutan. Jika ada zat A bercampur dengan zat B maka fraksi mol zat A (XA) dan fraksi mol zat B (XB) dapat dinyatakan dengan rumus :

sehingga

Dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah fraksi mol dari seluruh komponen dalam campuran adalah 1.