Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

Gelombang Transversal

Pengertian gelombang transversal ialah gelombang yang memiliki arah rambat yang tegak lurus dengan arak getarannya.

Contoh gambar gelombang transversal yaitu di bawah ini.

Gelombang transversal bisa dapat kamu lihat pada gelombang air. Di atas permukaan air, saat gelombang merambat pergerakan air naik dan turun. Tapi, partikel air tidak ikut bergerak maju bersama dengan gelombang. Selain gelombang pada air, gelombang transversal terjadi pada gelombang elektromagnetik.

Gelombang Longitudinal

Pengertian gelombang longitudinal yaitu gelombang yang memiliki arah rambat yang sama dengan arak getarannya.

Selanjutnya, contoh gelombang longitudinal yaitu pada gelombang bunyi. Pada gelombang ini, terdapat pergeseran pada arak gerak sehingga secara bergantian udara mengalami perapatan dan perenggangan. Ada rapatan dan renggangan. Yang disebut rapatan ialah daerah yang memiliki kerapatan dan tekanan molekul-molekulnya lebih tinggi. Ini terjadi ketika tidak ada gelombang yang melewati daerah ini. Kemudian, renggangan yaitu daerah yang kerapatannya lebih rendah.

Contoh gambar gelombang longitudinal ialah sebagai berikut ini.

Setiap gelombang memindahkan energi melalui media perambatan gelombang. Gelombang dapat merambat karena adanya perpindahan energi dari satu tempat ke tempat lain akibat adanya getaran.

Percobaan Melde

Untuk mengukur cepat rambat gelombang, dilakukanlah percobaan Melde. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan karena hal tersebut memengaruhi cepat rambat gelombang. Faktor-faktor tersebut yaitu panjang tali, tegangan tali (berat beban yang digantungkan), dan massa tali.

Disebut sebagai percobaan Melde karena orang yang pertama kali melakukan percobaan ini bernama Melde.

Berikut ini ialah gambar alat untuk mengukur cepat rambat gelombang transversal.

Untuk mengukur cepat rambat bunyi pada gelombang transversal pada dawai, kamu bisa menggunakan alat tersebut. Ada bagian yang disebut sebagai vibrator. Apabila vibrator tersebut dinyalakan, tali akan bergetar membentuk gelombang transversal.

Lalu, gerakkan vibrator mendekati atau menjauhi katrol secara pelan-pelan agar menimbulkan gelombang stasioner. Setelah gelombang tersebut terbentuk, kamu dapat mengukur panjang gelombang yang telah terjadi. Lambangnya ialah (λ). Rumus yang digunakan ialah v = f . (λ) apabila frekuensi vibrator sama dengan f. Di mana f adalah gaya tegangan dawai dan v ialah cepat rambat gelombang.