1. ALKANA

  1. Semakin panjang rantai C, maka titik didih dan titik lebur semakin tinggi
  2. Sukar larut dan sukar bereaksi dengan zat lain
  3. Dapat terbakar menjadi CO2 dan H2O
  4. Terjadi substitusi dengan halogen apabila ada SM (ultraviolet).

2. ALKUNA

  1. Dapat mengalami reaksi adisi
  2. Dapat mengalami reaksi polarisasi
  3. Dapat ditentukan letak ikatan rangkapnya
  4. Sifat fisik alkena dan alkuna hampir sama dengan alkana

3. ALKOHOL ATAU ALKANOL

  1. Cair pada suhu kamar
  2. Dapat bereaksi dengan logam Na dan menghasilkan H2
  3. Titik didih tinggi (ikatan hodirogen)
  4. Dengan air dapat bercampur (ikatan hidrogen)
  5. Memabukkan

Penggunaan :

  1. Etanol dapat digunakan dalam pembuatan minuman keras seperti bir dan wiski. Selain itu etanol juga digunakan sebagai bahan pembuatan barang industri seperti parfum dan rayon.
  2. Metanol dapat digunakan sebagai pelarut pembuatan pernis dan dapat digunakan sebagai pembersih karat pada logam.
  3. Campuran metanol dan etanol dapat menghasilkan spiritus yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.
  4. Gliserol dapat digunakan sebagai bahan teteron. Kegunaan lain gliserol adalah sebagai pelarut obat-obatan atau kosmetik dan juga bahan peledak.

4. ALKOKSI ALKANA ATAU ETER

  1. Cair pada suhu kamar dan tidak berwarna
  2. Memiliki titik didih yang relatif rendah
  3. Tidak dapat larut dalam air dna sukar bereaksi (inert)
  4. Eter merupakan senyawa yang mudah terbakar dan mudah menguao
  5. Eter dapat membius sehingga banyak digunakan dalam dunia kedokteran sebagai bahan anestesi.

5. ALKANAL ATAU ALDEHID

  1. Dapat teroksidasi menjadi asam karboksilat
  2. Dapat membunuh bakteri
  3. Larut dalam air
  4. Tes positif dengan pereaksi Fehling dan Tollens.

6. ALKANON ATAU KETON

  1. Larut dalam air
  2. Memiliki bau yang harus untuk rantai C yang panjang
  3. Tidak dapat bereaksi dengan pereaksi Fehling dan Tollens
  4. Khusus propanon dapat digunakan sebagai pelarut.

7. ALKANOAT ATAU ASAM KABOKSILAT

  1. Asam karboksilat dapat membentuk garam apabila bereaksi dengan basa.
  2. Dapat membentuk ester melalui proses esterifikasi apabila alkanoat bereaksi dengan alkohol
  3. Digolongkan sebagai asam lemah (kecuali asam amino yang amfoter).

8. ALKIL ALKANOAT ATAU ESTER

  1. Memiliki titik didih tinggi (untuk BM besar)
  2. Memiliki bau yang harum (untuk BM kecil)
  3. Apabila bereaksi dengan basa dapat menghasilkan sabun (garam karboksilat) melalui proses saporifikasi (penyabunan)
  4. Dapat terhidrolisis.

Penggunaan :

  • Sebagai pelarut zat organik
  • Pembuatan minyak wangi dan pengharum
  • Bahan pembuat lilin.