Hai sobat bangkusekolah.com, sebelumnya kita sudah membahas mengenai alat pemuas kebutuhan manusia. Sekarang, kita lanjutkan lagi pembahasannya yaitu mengenai manfaat dan nilai barang.

Suatu barang dikatakan memiliki nilai jika bermanfaat bagi manusia. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi, maksud dari nilai barang adalah kemampuan barang untuk memberikan manfaat bagi kebutuhan manusia.

1. Penggolongan nilai barang

Ada beberapa jenis nilai barang, yaitu :

1.1 Nilai pakai (value in use)

Suatu barang memiliki nilai pakai jika dapat langsung dimanfaatkan oleh seseorang. Ada dua jenis nilai pakai yaitu objektif dan subjektif. Contoh nilai pakai objektif yaitu air yang dibutuhkan oleh setiap orang. Sedangkan nilai pakai subjektif contohnya kursi roda yang dibutuhkan oleh seorang difabel.

1.2 Nilai tukar (value in Exchange)

Suatu barang memiliki nilai tukar jika bisa ditukar dengan barang lainnya. Ada dua jenis, yaitu nilai tukar objektif dan subjektif. Contoh nilai tukar objektif yaitu berlian yang mana setiap orang mengakui bahwa benda ini memiliki nilai yang tinggi. Sedangkan nilai tukar subjektif contohnya nilai suatu lukisan lebih mahal harganya dibandingkan dengan sebuah mobil.

2. Teori Nilai

2.1 Teori Nilai Objektif

Ada beberapa ahli ekonomi yang membahas mengenai terjadinya barang dan jasa, diantaranya :

2.1.1 Teori nilai biaya produksi dari Adam Smith

Adam Smith mengatakan bahwa biaya yang digunakan oleh produsen untuk memproduksi suatu barang menentukan suatu nilai barang. Jadi, semakin besar biaya produksi, maka semakin tinggi nilai barang tersebut, begitu pun sebaliknya. Jadi, ketika suatu barang mencapai biaya produksi 500.000, maka nilai barang tersebut juga 500.000 rupiah.

2.1.2 Teori nilai biaya produksi tenaga kerja dari David Ricardo

Suatu nilai barang ditentukan oleh biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja, mesin dan peralatan lainnya.

2.1.3 Teori nilai reproduksi dari Carey

Biaya reproduksi dari suatu barang menentukan nilai barang tersebut. Jadi, harga-harga bahan ketika barang itu dibuat kembali, itulah yang mempengaruhi nilai barang.

2.1.4 Teori nilai pasar dari Hummed and Locke

Jumlah permintaan dan penawaran memengaruhi nilai suatu barang.

2.2 Teori nilai subjektif

Setelah ada teori objektif yang dikemukakan oleh beberapa ahli, ada teori nilai subjektif yang ditentukan oleh kegunaan atau utilitas. Berikut ini teori dari Herman Heinrich Gossen dan Carl Menger.

2.2.1 Hukum Gossen I

Hukum ini mengemukakan mengenai gejala kepuasan yang tidak seimbang. Bunyi dari hukum Gossen I ialah :

“Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh”

2.2.2 Hukum Gossen II

Jika hukum Gossen I hanya mengacu pada satu macam barang saja, pada hukum Gossen II mengacu pada beragam barang.

“Konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi sama”

Jadi, seseorang akan mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhannya dari beragam macam barang.

2.3 Teori Nilai Subjektif Carl Menger

Menger memiliki pendapat bahwa alat pemuas kebutuhan terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tak terbatas. Oleh sebab itu, manusia akan menggunakan akal rasionalnya untuk memilih barang mana saja yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

Ok sobat, itulah pembahasan mengenai manfaat dan nilai barang. Semoga penjelasan di atas bermanfaat.