PPKI merupakan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Badan ini bertugas meneruskan tugas BPUPKI yang sebelumnya sudah dibentuk guna mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Jepang mengalami keadaan yang kritis terhimpit mendapatkan serangan dari sekutu. Pada saat itu Jepang memberikan janji ingin memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Ini dilakukan agar rakyat bersimpati dan mau membantu Jepang dalam melawan sekutu. Di bawah komanda Tentara Jepang, diadakan rapat. Hasil rapat tersebut ialah tanggal 7 September 1945, Indonesia akan diberikan kemerdekaan.

Pada tanggal 6 Agustus 1945, kota Hiroshima dibom atom oleh Amerika Serikat. Keadaan ini membuat Jenderal Terauchi akhirnya menyetujui pembentukan PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai. PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno, dan Moh Hatta sebagai wakilnya. Anggota PPKI ada 21 orang. Semuanya merupakan orang pribumi.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, Jendral Terauchi mengundang Soekarno, Hatta dan Rajiman Widyodiningat ke Dalat Vietnem. Pada pertemuan itu, Jepang mengutarakan niatnya untuk memberikan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, mereka kembali ke Indonesia. Kedaan Jepang sudah amat kritis. Kota Nagasaki dibom oleh sekutu pada tanggal 9 Agustus 1945. Dengen begitu, Jepang tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu, tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada sekutu tanpa syarat.

Berita ini dipantau oleh generasi muda pada saat itu. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, golongan muda ingin Soekarno segera menyampaikan proklamasi sebagai tanda bahwa Indonesia telah merdeka. Namun, ternyata terjadi perbedaan pendapat. Golongan muda ingin secepatnya dilakukan proklamasi, sementara golongan tua masih ingin menunggu keputusan Jepang.

Adanya perbedaan pendapat tersebut, maka diadakan beberapa kali pertemuan. Diantaranya yaitu:

  1. Pertemuan yang dipelopori oleh Chaerul Saleh dan Soekarni , yaitu terdiri dari kelompok Menteng 31
  2. Pertemuan yang dipelopori oleh Ahmad Soebarjo , yaitu para kelompok asrama Indonesia Merdeka
  3. Pertemuan yang dipelopori oleh Sjahrir terdiri dari golongan asrama mahasiswa kedokteran

Yang melatarbelakangi golongan tua tidak ingin tergesa-gesa melakukan proklamasi ialah untuk menghindari pertumpahan darah. Ini karena pasukan Jepang yang ada di Indonesia jumlahnya masih banyak.

Akhirnya, golongan muda mengasingkan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Tujuannya supaya tidak terpengaruh oleh Jepang. Soekarno menyetujui permintaan golongan muda, sehingga proklamasi diputuskan dilaksanakan keeseokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur no 56.