Barang-barang yang terdapat di lingkungan tempat tinggal kita banyak yang terbuat dari bahan besi. Apabila besi diletakkan di tempat yang tidak beratap sehingga mudah terkena air hujan akan terjadi korosi pada besi tersebut. Banyak juga barang-barang yang berbahan besi tersebut dilapisi cat sehingga korosi tidak terlihat. Lalu apa sebenarnya korosi itu? Apa faktor peyebab terjadinya korosi? Bagaimana cara mencegah korosi? Dan apakah korosi hanya terjadi pada besi saja?

Pada artikel ini, kita akan belajar mengenai korosi mulai dari pengertian sampai pada cara pencegahan korosi.

Pengertian Korosi

Korosi atau yang biasa disebut perkaratan dalam bahasa sehari-hari merupakan reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Pada saat peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi.

Contoh lazim dari peristiwa korosi adalah korosi pada besi. Hal ini terjadi karena kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar dan pengolahan besi relatif mudah serta murah. Selain itu, besi memiliki sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi. Pada korosi besi terbentuk zat padat berwarna coklat-merah yaitu karat besi dengan rumus kimia Fe2O3.xH2O.

Faktor Penyebab Korosi

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempercepat proses ternyadinya korosi.

  • Adanya uap air,
  • Adanya oksigen,
  • Terdapat larutan garam,
  • Terdapat gas SO2,
  • Terdapat CO2, dan
  • Terdapat bagian permukaan yang tidak rata.

Cara Pencegahan Korosi

Korosi merupakan peristiwa yang sangat merugikan bagi kehidupan karena benda yang mengalami korosi akan keropos dan tidak dapat digunakan. Selain itu, zat yang dihasilkan dari korosi juga merusak keindahan dari benda tersebut. Maka dari itu peristiwa korosi harus dicegah dengan cara:

Pengecetan

Pengecatan dilakukan pada bend ayang terbuat dari besi seperti jembatan, pagar rumah dan railing. Cat dapat mencegah terjadinya korosi karena dapat mencegah kontak langsung antara besi dengan udara dan air.

Pelumuran dengan oli

Sama halnya dengan cat, oli juga dapat mencegah kontak langsung antara besi dengan udara dan air. Biasanya oli dilumurkan pada mesin dan perkakas.

Pembalutan dengan plastik

Plastik juga dapat mencegah kontak langsung antara besi dengan udara dan air. Cara ini diterapkan pada idustri pembuatan rak piring dan keranjang.

Tin plating

Tin plating atau pelapisan dengan timah dapat mencegah terjadinya korosi jika tidak ada lapisan yang rusak. Apabila ada lapisan yang rusak maka timah akan mempercepat terjadinya korosi. Kaleng-kaleng kemasan merupakan contoh benda yang dilapisi timah untuk mencegah perkaratan. Pelapisan kaleng dengan timah dilakukan melalui proses elektrolisis.

Galvanisasi

Galvanisai atau pelapisan dengan zink merupakan salah satu cara melindungi besi dari korosi meskipun lapisan zink tidak utuh. Benda yang biasa dilapisi zink antara lain pipa besi dan tiang telepon.

Cromium plating

Cromium plating atau pelapisan dengan kromium dapat memberikan lapisan mengkilat pada besi. Pelapisan kromium biasanya dilakukan pada bumper mobil sehingga dapat melindungi bumper dari korosi seklaigus menambah keindahan pada mobil.

Sacrificial protection

Pengorbanan anode atau sacrificial protection biasanya digunakan untuk melindungi besi yang ditanam dalam tanah atau badan kapal. Cara ini dilakukan dengan mengorbankan magnesium (lebih reaktif daripada besi) yang lebih mudah berkarat. Magnesium dikontakkan dengan besi sehingga besi tidak akan berkarat. Sebagai gantinya, magnesiumlah yang akan berkarat.