LOADING...

Back To Top

January 18, 2019

Tingkatan Organisasi Kehidupan – BangkuSekolah

By

Halo sobat bangkusekolah.com, biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam biologi adalah makhluk hidup dan tak hidup. Makhluk hidup selalu erat kaitannya dengan lingkungan. Lingkuang tersebut dibagi menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup yang terbagi atas mikroorganisme, tumbuhan, hewan dan manusia. Lingkungan abiotik meliputi faktor kimia dan fisika yang penting bagi makhluk hidup, seperti temperature, sinar matahari, dan tanah.

Dalam ruang biologi, organism yang dipelajari, khususnya makhluk hidup terdiri atas berbagai tingkatan organism kehidupan. Tingkatan organisasi kehidupan yang dipelajari dimulai dari yang paling sedang hingga tingkatan yang kompleks.

A. Sel

Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665. Hooke menyebut sel untuk menggambarkan struktur seperti kotak serang lebah atau sel-sel sebuah penjara dari pengamatan pada gabus. Setiap makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan satuan structural dan dinding sel dan selaput, sedangkan bagian dalam terdiri atas sitoplasma dan inti sel. Ada makhluk hidup yang tersusun atas satu sel (uniseluler) dan ada juga makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel (multiseluler).
Sel dibedakan menjadi 3 bagian utama, yaitu membrane sel, sitoplasma, dan nukelus atau inti.

1. Dinding sel, memiliki fungsi: hanya terdapat pada sel tumbuhan, bersifat kaku sehingga memberi bentuk pada sel, tersusun dari bahan selulosa dan bentuknya tetap tidak berubah-ubah.

2. Selaput plasma atau membrane sel, memiliki fungsi: merupakan selaput tipis yang melindungi plasma sel, bersifat semipermeabel hanya bisa dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut, dan berfungsi mengatur transportasi zat-zat dari sel yang satu ke sel yang lainnya.

3. Sitoplasma
Sitoplasma yaitu cairan yang terdapat di luar inti dan terkurung di dalam selaput plasma. Di dalam sitoplasma terdapat organel berikut: vakuola, mitokrondia, badan golgi, plastid, lisosom, lisosom dan ribosom.

4. Inti sel
Nucleus berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel. Bagian-bagian yang terdapat pada inti sel sebagai berikut ini:

a. Selaput inti: melindungi inti dan tempat keluar masuknya substansi.
b. Kromosom: sebagai materi genetic yang merupakan badan pembawa sifat menurun yang didalamnya terdapat gen.

2. Jaringan

Jaringan merupakan kumpulan sel yang bentuk, susunan dan fungsinya sama. Kumpulan sel tersebut bekerja sama memnbentuk dan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Untuk dapat membentuk suatu jaringan, sel mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi.

Jaringan pada Hewan dan Manusia 1) Jaringan epithelium: melindungi jaringan di bawahnya. 2) Karingan otot : menggerakkan bagian-bagian tubuh. 3) Jaringan penunjang atau penyokong: memberikan kekuatan, bantuan, dan perlindungan pada bagian-bagian tubuh yang lemah.

4) Jaringan saraf : jaringan yang dibangun oleh sel-sel saraf neuron, berfungsi untuk mengkoordinasikan fungsi alat tubuh, menerima, dan menanggapi rangsang.

Prev Post

Keselamatan Kerja dalam Melakukan Pengamatan Gejala-gejala Alam – BangkuSekolah

Next Post

2015 – BangkuSekolah

post-bars