Hai sobat bangkusekolah.com, pernahkah kamu mendengar tentang perang dunia II? Dalam sejarah, ada dua perang besar yang pernah terjadi yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Terjadinya perang-perang tersebut membawa pengaruh yang besar bagi negara-negara di dunia. Perang Dunia I terjad pada tahun 1914 sampai 1918. Lalu, Perang Dunia II terjadi pada tahun 1939- 1945. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penyebab Perang Dunia II.

sebab-umum-dan-sebab-khusus-terjadinya-perang-dunia-ii

Secara umum penyebab Perang Dunia II ditandai oleh adanya dua bentuk pemerintahan yang saling bertentangan. Kedua pemerintahan tersebut yaitu pemerintahan demokratis dan pemerintahan otoriter. Bentuk pemerintahan yang mendukung kebebasan ialah pemerintahan demokratis. Sedangkan pemerintahan otoriter ialah jenis pemerintahan yang menindas segala bentuk kebebasan. Jadi kedua bentuk pemerintahan ini saling berseberangan.

Negara-negara yang menganut pemerintahan demokratis ialah Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. Lalu, negara-negara yang menganut pemerintahan otoriter yaitu Jerman, Italia dan Rusia.

Pada waktu itu, Jerman dipimpin oleh Adolf Hitler dengan Nasional Sosialimenya (NAZI). Lalu, Italia dipimpin oleh Benito Mussolini dengan fasismenya. Rusia dipimpin oleh Stalin dengan paham komunis. Ketiga pemimpin ini memiliki paham pemerintahan yang sangat berbeda. Namun, ada kesamaan diantara ketiganya yaitu sama-sama menindas negara lain.

Faktor- faktor Penyebab Perang Dunia II

Perang Dunia II tidak terjadi begitu saja sebab ada faktor penyebabnya. Ada dua penyebab umum dan penyebab khusus.

  1. Sebab Umum Perang Dunia II

    Penyebab terjadinya Perang Dunia II secara umum yaitu karena kegagalan Liga Bangsa-Bangsa, adanya perlombaan senjata, terbentuknya kembali aliansi politik yang saling bermusuhan, timbulnya imperialisme baru, munculnya semangat balas dendam, perkembangan paham nasionalime yang sempit, dan terjadinya penyerbuan-penyerbuan.

    • Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB)Ternyata, LBB tidak bisa mencegah dan mengatasi pertikaian yang terjadi di antara negara-negara di dunia, khususnya Eropa. Tujuan sebagai organisasi dunia telah gagal. Oleh sebab itu, baik negara besar maupun negara kecil tidak lagi menaruh harapan pada organisasi tersebut. Banyak negara memilih untuk mencari jalan keluar sendiri untuk membela diri dari pertikaian. Dengan begitu, tidak mengherankan jika banyak negara kecil yang lebih memilih berlindung di bawah negara-negara besar untuk mencari keamanan.
    • Terjadinya Perlombaan SenjataDulu, ada konferensi perlucutan senjata di Genewa da Washington. Tujuan konferensi ini yaitu untuk mengurangi ketegangan akibat meningkatnya kekuatan tempur yang tak terkendalikan telah gagal.

      Adanya konferensi ini menyebabkan perasaan saling curiga antara negara satu dengan yang lainnya kembali berkobar. Dengan begitu, setiap negara berlomba-lomba untuk mempersenjatai dan meningkatkan kemampuan tempur masing-masing.

    • Terbentuknya Kembali Persekutuan-Persekutuan PolitikSetiap negara berusaha untuk memperkuat dirinya masing-masing untuk mencari kawan sebanyak mungkin karena dihantui perasaan saling curiga. Hal ini mendorong terbentuknya persekutuan-persekutuan atau aliansi politik yang saling bertentangan.

      Ketika itu, ada dua aliansi berkekuatan besar yang saling bermusuhan. Keduanya yaitu blok Jerman dan Italian dengan paham demokrasi. Lalu, ada Blok Rusia dengan paham komunisnya.

      Pada tanggal 21 Agustus 1939, Rusia mengadakan pakta nonagresi atau perjanjian untuk tidak saling menyerang dengan Jerman. Oleh karena itu, Sekutu mencurigai Rusia sebagai salah satu negara sentral.

    • Timbul Imperialisme Baru (Politik Ekonomi)Ada beberapa negara yang telah berhasil mengatasi krisis politik dan ekonominya dengan sistem ekonomi terpimpin, kemudian tumbuh menjadi negara ultranasional yang menjalankan imperialisme gaya baru.

      Beberapa negara tersebut yaitu Jepang dengan semboyannya “Hakko Ichi-U”, Jerman dengan semboyannya “Lebensraum”, dan Italia dengan semboyannya “Italia Irredenta”. Beberapa negara ini merasa berhak dan berkewajiban untuk memimpin dan menguasai bangsa lain. Dengan anggapan itulah, mereka melaksanakan imperialisme gaya baru mereka.

    • Munculnya Semangat Balas DendamTimbulnya rasa dendam di kalangan bangsa Jerman karena sekutu seenaknya menentukan nasib Jerman setelah Perang Dunia I. Oleh sebab itu, Adolf Hitler, pemimpin Jerman, kembali membangun angkatan perangnya. Pada tahun 1935, Jerman mengadakan wajib militer.
    • Berkembangnya Paham Nasionalisme yang SempitHitler mengembangkan paham nasionalisme yang sempit. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme yang tinggi dan mendorong bangsanya melakukan pembalasan.

      Menurut Hitler, bangsa Jerman ialah bangsa superior yang ditakdirkan Tuhan untuk memimpin bangsa lain. Lalu, terjadilah perang ekspansi untuk menaklukkan negara-negara lain.

    • Terjadinya Pernyerbuan-PenyerbuanDalam agresi militer, menyerang lebih dulu adalah cara jitu untuk memukul lawan. Strategi ini ditetapkan oleh blok Jerman untuk memulai Perang Dunia II. Peristiwa penyerangan itu antara lain sebagai berikut ini :
      • Jepang menyerbu Cina pada tahun 1937
      • Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Penyerbuan ini menyebabkan Inggris dan Perancis (pelindung kemerdekaan Polandia) menyatakan perang terhadap Jerman.
      • Jepang menyerbu secara mendadak pangkalan armada AS di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Akibat kejadian ini, terjadilah perang pasifik.
      • Adanya serangan-serangan dan pernyataan perang lainnya sehingga perang menjadi semakin luas sampai akhirnya disebut Perang Dunia II.
  2. Sebab Khusus Perang Dunia II

    Ada penyebab khusus terjadinya Perang Dunia II. Hal tersebut terkait dengan isi Perjanjian Versailles yang menuntut Prusia Timur daerah Jerman Timur dipisahkan dari Jerman dengan Koridor Polandia sebagai pemisahnya. Pada tengah-tengah koridor ini, ada kota Danzig yang dikuasai oleh Liga Bangsa-Bangsa. Kota Danzig merupakan kota dengan status merdeka. Hitler menginginkan Kota Danzig dimasukkan ke wilayah Jerman sebab penduduknya berkebangsaan Jerman. Akan tetapi, Polandia menolaknya. Justru, Polandia menjamin kemerdekaan di antara Inggris, Perancis, Rumania, dan Yunani dengan mengadakan suatu perjanjian. Hitler menjawab perjanjian tersebut dengan mengadakan perjanjian dengan Rusia. Dalam perjanjian itu, Rusia tidak akan menyerang Jerman.

    Tanggal 1 September 1039, Jerman menyerbu Polandia. Tanggal 3 September, Inggris dan Perancis mengumumkan perang dengan Jerman. Menurut pendapat bangsa Adia, penyebab Perang Dunia II yaitu penyerbuan Jepang atas Cina tahun 1937. Namun, bagi Amerika Serikat, penyebab Perang Dunia II yaitu penyerbuan Jepang atas Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1841.