Hai sobat bangkusekolah.com, kamu sudah tahu bukan bahwa kepadatan penduduk yang tidak terkendali akan membawa dampak terhadap kerusakan lingkungan.

Polusi-udara
Lingkungan dianggap rusak kalau keseimbangan ekosistemnya telah tergangu. Banyak kegiatan manusia dan perkembangan teknologi telah membuat lingkungan rusak dan menyebabkan berbagai macam pencemaran.

Pencemaran merupakan masuknya makhluk hidup, zat, atau energi ke dalam lingkungan yang mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan hingga pada tingkatan tertentu.
Polutan merupakan zat yang dapat menyebabkan pencemaran. Sesuatu bisa disebut sebagai polutan jika dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan makhluk hidup lainnya.

Ada beberapa jenis kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia, mari kita bahas satu per satu:

Pencemaran Air
Ada beberapa ciri air keruh yaitu :
a. Berwarna atau keruh
b. Mempunyai bau
c. pH asam atau basa
d. terdapat berbagai zat kimia berbahaya

Pencemaran air bisa saja terjadi baik di perairan darat maupun perairan laut. Contoh perairan darat yaitu sungai, danau dan rawa.

Penyebab kerusakan perairan darat :
a. Adanya limbah industry dan rumah tangga
contohnya, pembuangan bahan kimia berbahaya ke sungai tanpa adanya pengolahan limbah. Dengan adanya zat itu, ekosisitem perairan darat bisa mati serta air ini akan membahayakan manusia yang meminumnya.

Kemudian, limbah rumah tangga seperti detergen dan pupuk juga berbahaya. Pupuk yang terbawa arus perairan darat akan menyuburkan tanaman gulma seperti ganggang dan enceng gondok. Kalau ada banyak ganggang dan enceng gondok yang tumbuh, oksigen akan terserap sehingga ikan-ikan akan kekurangan oksigen.

b. Penggundulan hutan.
Perairan laut dapat tercemar karena adanya limbah yang berasal dari perairan darat seperti sungai. Dengan begitu, akan terjadi eutrofikasi di laut. Jenis ganggang yang bisa hidup subur di laut adalah Gelidum. Dengan adanya banyak gelidum, laut akan berubah warna menjadi kemerahan. Hal ini disebut pasang merah.

Cara mengatasi pencemaran air, yaitu:
a. Jangan membuang limbah cari langsung ke lingkungan. Namun, olahlah terlebih dahulu. Berikut ini cara mengolah limbah yang baik sebelum dibuang:
– Pengolahan primer : limbah disaring lalu diendapkan.
– Pengolahan sekunder : menambah bakteri aerobic ke limbah supaya kadar racunnya berkurang sampai 90%.
– Pengolahan lanjutan : contohnya dengan pemberian desinfektan sehingga sisa-sisa zat kimia, agen biologis, dan partikel-partikel yang tertinggal dapat hilang.
b. Diberi penyuluhan dan pengawasan penggunaan pupuk pada lahan pertanian agar dilakukan efisien.
c. Dilakukan pengawasan terhadap batas minimal kandungan fosfat dalam detergen atau bahan pencuci dalam rumah tangga.

Pencemaran Tanah
Hubungan pencemaran tanah sangat erat dengan pencemaran perairan.
Penyebab pencemaran tanah :
a. Adanya limbah rumah tangga
b. Adanya limbah industri
c. Adanya nuklir
d. Sampah perkotaan

Sampah merupakan hal yang paling menyebabkan adanya pencemaran tanah. Jenis sampah yang bisa dihancurkan oleh saprofit dan pengurai yaitu sampah organik. Sampah anorganik tidak bisa dihancurkan seperti deterjen, oli mesin, karet, kaleng, kaca dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut akan tetap berbentuk utuh jika di atas tanah. Oleh sebab itu, benda-benda tersebut sebagai bahan pencemar pada tanah.

Cara mencegah dan mengatasi pencemaran tanah :
a. Sampah-sampah yang masih bisa digunakan sebaiknya didaur ulang agar bisa digunakan kembali.
b. Buanglah sampah pada tempatnya.
c. Pisahkan sampah yang mudah terurai dan yang sulit terurai.
d. Gunakan pestisida sesuai aturan, jangan berlebihan.
e. Jangan menebang hutan secara liar

Pencemaran Udara
Beberapa gas yang dianggap berbahaya apabila melebihi ambang batas tertentu yaitu SO2, NO, CO2, CO, dan CFC. Ketika SO2 bertemu dengan oksida nitrogen (NO2) dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Hujan asam merupakan hujan yang memiliki tingkat keasaman air rendah. Hujan ini dapat membunuh bibit-bibit ikan dan merusak berbagai gedung bangunan.

Cara untuk menanggulangi pencemaran udara yaitu:
a. Jangan membakar bahan-bahan beracun di tempat terbuka.
b. Kurangi atau hentikan pemakaian zar aerosl dalam penyemprotan ruang.
c. Gunakanlah bahan bakar yang mengeluarkan sedikit asap, seperti bahan bakar gas elpiji.
d. Batasi penggunaan Freon (AC)
e. Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja.

Daur Ulang Limbah
Sebaiknya, limbah janganlah dibuang semua karena dapat merugikan lingkungan. Kamu pastinya tahu kalau ada jenis barang yang bisa hancur di atas tanah, dan ada juga yang tidak. Sebagian limbah yang masih bisa digunakan, sebaiknya dimanfaatkan kembali. Jenis limbah ini disebut reuse. Contohnya, botol kaca, botol plastic, ban bekas untuk pot tanaman, dan sampah untuk pupuk.

Kemudian, ada jenis limbah yang bisa bermanfaat kembali setelah di daur ulang (recycle). Contohnya yaitu plastic, kertas, logam, dan kaca. Barang-barang tersebut bisa dicetak ke berbagai jenis barang setelah dilebur. Dengan teknologi yang sudah maju, barang-barang hasil daur ulang tak kalah dengan barang baru lho.

Untuk mencegah kerusakan lingkungan, kamu harus mengikuti semboyan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.
Reduce yaitu gunakan barang secara efisien sehingga mengurangi jumlah sampah, reuse yaitu penggunaan kembali dan recycle yaitu mendaur ulang sampah.