Zat Adiktif dan Psikotropika

Zat Adiktif dan Psikotropika

130
0
SHARE

Sobat bangkusekolah.com, jangan kamu anggap yang termasuk bahan kimia hanyalah bahan-bahna yang ada di rumah tangga seperti pemutih, pewangi dan zat aditif makanan. Ada juga zat kimia yang sangat berbahaya bagi pemakainya apabila disalahgunakan. Zat kimia tersebut yaitu zat adiktif dan psikotropika.

slide-1-728
1. Zat Adiktif

Zat adiktif yang dimaksud yaitu zat yang bisa menyebabkan efek buruk bagi si pemakainya. Zat ini mampu membuat di pemakai mengalami ketergantungan fisik dan ketergantungan psikologi. Ada beberapa jenis kelompok zat adiktif.

Narkotika

Narkotika yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman dapat membuat si pemakai turun bahkan hilang kesadaran, dapat mengurangi rasa sakit dan dapat membuat si pemakai mengalami ketergantungan.

Jenis narkotika menurut tujuan penggolongan dan tingkatan ketergantungan, yaitu:

a. Golongan I
Golongan ini hanya digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Golongan ini tidak boleh dipakai karena resiko yang ditimbulkan bisa sangat tinggi bahkan bisa sampai mengakibatkan sindrom ketergantungan.

b. Golongan II
Golongan II ini merupakan pilihan pengobatan terakhir ketika seseorang akan melakukan terapi atau tujuan ilmu pengetahuan. Narkotika jenis ini bisa menyebabkan ketergantungan bagi si pemakai.

c. Golongan III
Narkotika golongan III ini banyak digunakan untuk pengobatan dan terapi ilmu pengetahuan. Jenis ini tetap memiliki potensi efek ketergantungan bagi si pemakai.

a) Ganja
Ganja memiliki nama lain mariyuana. Ganja merupakan jenis tanaman yang memiliki daun, bunga, biji dan ranting. Penggunaan ganja bisa dimasukan dalam lintingan rokok, dicampur dengan tembakau dan dammar ganja.
Orang yang penyalahgunakan pemakaian ganja yaitu merasa gembira dan tertawa lepas tanpa sebab, banyak bicara sendiri, lemah, mudah mengantuk dan tidak bisa mengendalikan diri. Orang yang mengalami gejala putus ganja mengalami sukar tidur, hiperaktif dan nafsu makan hilang.
Orang yang mengalami overdosis yaitu mengalami ketakutan, daya pikir menurun, denyut nadi menjadi tidak teratur dan mengalami gangguan jiwa.

b) Opium
Nama lain opium yaitu candu, morfin, heroin dan putasu. Opium ini berasal dari getah buah mentak Pavaper sommiverum. Dulunya, morvin ini digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena luka oleh para tentara. Bisa juga digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker. Jika seseorang menggunakan morvin pada dosis yang berlebihan, seseorang tersebut bisa meninggal dunia.

Orang yang menggunakan morvin tidak sesuai aturan akan menimbulkan perasaan gembira berlebihan, suka bicara sendiri, ngantuk, lemah, mual, susah berpikir dan susah buang air besar.
Apabila si pemakai diputus dalam menggunakan obat ini, maka akan timbul kepala sakit, mata basah, tidak ada nafsu makan, sering menguap, kejang-kejang dan badan menggigil.

c) Kokain
Kokain merupakan hasil ekstraksi dari daun tanaman koka. Biasanya, jenis narkotika ini digunakan sebagai obat pembius yang bisa memberikan efek merangsang jaringan otak bagian sentral. Apabila disalahgunakan, si pemakai akan merasa gembira yang berlebihan, demam, mual, perut nyeri, mual dan detak jantung berdetak cepat. Bahkan ,bila dipakai dalam dosis berlebihan akan menyebabkan kematian.

d) Sedativa dan hipnotika (penenang)
Pil KB merupakan contoh obat yang menggunakan sedativa hipnotika. Jenis narkotika ini bila dipakai dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan orang tersebut tertidur.

e) Nikotin
Nikotin adalah zat yang ada pada tanaman tembakau. Orang yang merokok akan menghisap nikotin yang bisa membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat, kanker paru-paru, jantung koroner, dan sebagainya.
f) alkohol
Terbuat dari proses peragian seperti beras ketan, singkong dan anggur. Orang yang mengjonsumsi alkohol akan merasa gembira, tidak bisa mengendalikan diri dan muka kemerahan.

2. Psikotropika

Jenis-jenis psikotropika:

a. LSD (Lysergic Acid Diethymide)
LSD bisa membuat orang berhalusinasi. Zat ini biasanya digunakan untuk orang yang mengidap sakit jiwa atau hilang ingatan.

b. Amfetamin
Ekstasi dan shabu merupakan hasil sintesis dari amfetamin. Pemakaian zat ini dapat menimbulkan percaya diri tinggi, banyak bicara, nafsu makan berkurang, jantung berdebar-debar, dan tekanan darah menurun.

3. Upaya pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika

Zat adiktif dan psikotropika memberikan manfaat apabila digunakan untuk tujuan yang benar dan sesuai dengan dosisnya. Misalnya saja bermanfaat bagi bidang kedokteran. Salah satu jenis narkotika bisa diberikan kepada pasien pasca operasi untuk menghilangkan rasa sakit akibat luka yang dideritanya. Selain itu, penderita gangguan jiwa yang mengamuk bisa ditenangkan dengan narkotika.

Namun, banyak orang menyalahguankan narkotika. Untuk mencegah penyalahgunaan tersebut dibutuhkan peran serta semua pihak baik keluargam, masyarakat dan pemerintah.

a. Peran anggota keluarga
setiap orang tua harus membimbing anaknya dari terhindar dari penyalahgunaan narkotika misalnya dengan memberi bekal agama yang cukup.

b. Peran anggota masyarakat
memberi informasi kepada pihak berwajib jika mengetahui ada pemakai dan pengedar narkoba.

c. Peran sekolah
Memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba kepada pada siswanya.

d. Peran Pemerintah
Pemerintah harus membuat aturan hukum yang tegas mengenai penyalahgunaan narkoba.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY