Perubahan Materi

Perubahan Materi

382
0
SHARE

Sobat bangkusekolah.com, perubahan materi merupakan kajian yang sangat penting dalam ilmu kimia lho. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kita akan mengulasnya supaya kamu mengetahuinya dengan jelas. Kita dapat mengetahui adanya perubahan dilihat dari perbedaan awal dan keadaan akhir. Keadaan tersebut meliputi sifat-sifat maupun strukturnya.

lilin_by_imprasto

Kamu bisa mengetahui materi berdasarkan sifat-sifat kimia maupun sifat-sifat fisika. Yang merupakan sifat-sifat fisika yaitu wujud, warna, titik leleh, titik didih, dan kelarutan. Sedangkan sifat-sifat kimia materi didasarkan pada kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi kimia. Sebagai contohnya, minyak tanah lebih sukar terbakar dibandingkan dengan bensin.

Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa ada dua jenis perubahan materi, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Di sini, perubahan fisika dapat menyebabkan perubahan wujud materi, namun tidak menghasilkan materi baru. Sedangkan perubahan kimia menghasilkan materi baru.

Supaya kamu lebih paham mengenai perubahan fisika dan perubahan kimia, berikut ini akan kita bahas secara lebih detail.

Pengertian Perubahan Materi

Perubahan materi sebenarnya bisa kamu amati dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu perubahan yang terjadi secara alami maupun yang disengaja. Misalnya saja, perubahan materi alami pada peristiwa pembusukan makanan atau perkaratan besi. Di situ, kamu pasti melihat adanya perbedaan keadaan sebelum dan sesudah setelah adanya perubahan bukan?

Lalu, perubahan materi yang disengaja yaitu kertas dibakar atau lilin dibakar.
Dari contoh-contoh yang telah disebutkan di atas, manakah yang termasuk perubahan fisika dan mana yang termasuk perubahan kimia?

Pada es batu, wujudnya yaitu padat. Namun, setelah dipanaskan berubah wujud menjadi air. Air dan es memiliki perbedaan wujud. Namun, keduanya masih memiliki sifat-sifat yang sama. Hal ini bisa dilihat dari rasanya. Rasa es dan air sama. Perubahan materi ini disebut sebagai perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru.

Contoh lainnya yaitu kertas yang sengaja dibakar. Kertas itu mengalami perubahan materi yang menghasilkan zat baru, yaitu abu, asap dan gas. Oleh karena itu, perubahan ini disebut sebagai perubahan kimia.

Berikut ini uraian mengenai perubahan fisika dan perubahan kimia:

a. Perubahan Fisika

Kamu sudah tahu kalau es yang mencair tidak menghasilkan zat yang baru. Hal itu karena air dan es merupakan benda yang memiliki kesamaan sifat. Senyawa penyusunnnya juga sama yaitu H2O. Yang membedakan air dan es hanyalah wujudnya saja, air berwujud cair dan es berwujud padat.

Selain es dan air, masih ada contoh lain dari perubahan fisika. Contohnya yaitu pada proses peleburan besi. Jika batang besi ini dilebur pada suhu yang tinggi, maka besi akan berubah menjadi besi cari. Cairan besi bisa dimasukkan ke dalam cetakan. Lalu, dibiarkan sampai dingin sehingga membentuk zat padat kembali.

Cairan besi dengan besi padat memiliki kesamaan sifat. Yang berbeda hanyalah wujudnya saja. Oleh sebab itu, peleburan besi disebut sebagai perubahan fisika. Materi memungkinkan bisa kembali ke bentuk semula pada perubahan fisika.

b. Perubahan Kimia

Saat menyalakan api unggun dengan membakar kayu kering, akan menghasilkan abu, asap dan gas. Hal ini sama dengan seperti ketika kita membakar kertas. Di sini, kayu dan abu tidaklah sama. Kedua zat ini berbeda. Selain itu, abu tidak bisa kembali menjadi kayu setelah dibakar. Peristiwa ini merupakan contoh perubahan kimia, yaitu perubahan materi yang bisa menyebabkan adanya zat jenis baru.

Sebutan lain untuk perubahan kimia yaitu reaksi kimia. Banyak reaksi kimia yang bisa kamu amati dalam kehidupan sehari-hari seperti perkaratan, pembusukan, respirasi, metabolism dalam sel dan reaksi fotosintesis. Ini merupakan contoh reaksi yang terjadi secara alami.

Contoh reaksi yang terjadi secara disengaja yaitu pembakaran minyak dan reaksi-reaksi kimia di laboratotium atau pada proses industri.

Ingat ya, perubahan kimia merupakan perubahan yang menghasilkan zat yang sifat dan jenisnya baru. Adanya reaksi kimia ditandai dengan cirri-ciri adanya gas, endapan, dan perubahan warna.
Pada perubahan ini, materi sulit kembali ke bentuk semula (bersifat irreversible).

Berikut ini ciri-ciri perubahan fisika dan perubahan kimia

a. Perubahan fisika :
– Reversible
– Tidak ada reaksi kimia
– Tidak menghasilkan zat baru

b. Perubahan kimia:
– Irreversibel
– Ada reaksi kimia
– Menghasilkan zat baru

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

a. Perubahan Fisika dalam kehidupan sehari-hari
a) Karena perubahan wujud : air menjadi es
b) Karena perubahan bentuk : kayu menjadi meja
c) Karena perubahan ukuran : biji kopi diolah menjadi serbuk kopi
d) Karena perubahan volume : raksa memuai pada thermometer
e) Karena perubahan bentuk energi : lampu menyala dan kipas berputar
f) Karena perubahan pelarutan : membuat es jeruk

b. Perubahan Kimia dalam kehidupan sehari-hari
a) Karena pembakaran : kertas dibakar
b) Karena perkaratan : besi berkarat
c) Karena pembusukan : apel yang membusuk berubah bau, rasa dan warna.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY