Dinamika Penduduk

Dinamika Penduduk

264
0
SHARE

Hai sobat bangkusekolah.com, tahukah jumlah penduduk di kota tempat tinggalmu? Apakah jumlahnya selalu sama? Tentu saja tidak. Dari waktu ke waktu, jumlah penduduk di suatu tempat selalu berubah.

3533_bonus_demografi_peluang_atau_petaka

Nah, perubahan penduduk dari waktu ke waktu tersebut disebut sebagai dinamika penduduk. Dengan adanya dinamika penduduk, hal ini menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan penduduk.

Dinamika Penduduk

Ada beberapa hal yang mempengaruhi dinamika penduduk, diantaranya yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.

1. Kelahiran

Kita bahas kelahiran terlebih dahulu ya. Jika ada kelahiran, maka jumlah penduduk akan bertambah. Nah, angka kelahiran disebut sebagai natalitas. Natalitas ini menunjukan jumlah kelahiran bayi hidup setiap 1.000 penduduk di suatu daerah per tahun. Untuk menghitung angka kelahiran di suatu tempat, maka dapat menggunakan rumus sebagai berikut ini:

Angka Kelahiran = Jumlah bayi lahir dalam 1 tahun : jumlah penduduk x 1.000

Berikut ini criteria atau penggolongan angka kelahiran:
a. Angka kelahiran tinggi : jika di suatu tempat menunjukkan lebih dari 30
b. Angka kelahiran sedang : jika di suatu tempat menunjukkan angka 20 -30
c. Angka kelahiran rendah : jika di suatu tempat menunjukkan angka kurang dari 20.

Contoh : Di Desa Sidoagung, terdapat kelahiran sebanyak 145 jiwa pada tahun 2015. Data jumlah penduduk pada akhir tahun 2014 berjumlah 2.500 jiwa. Untuk mengetahui criteria angka kelahiran di Desa Sidoagung, kamu bisa menggunakan rumus yang sudah disebutkan di atas.

Angka Kelahiran = 145 : 2.500 x 1.000 = 58
Dengan begitu, angka kelahiran di Desa Sidoagung tergolong tinggi karena hasilnya lebih dari 30.

2. Kematian

Jika ada kematian, maka jumlah penduduk berkurang. Angka kematian disebut sebagai mortalitas. Mortalitas menunjukan jumlah kematian per 1.00 penduduk pada suatu tempat setiap tahun. Angka kematian di suatu tempat bisa dihitung berdasarkan rumus berikut ini:

Angka kematian = jumlah penduduk meninggal dalam 1 tahun : jumlah penduduk x 1.000

Berikut ini criteria atau penggolongan angka kematian:
1) Angka kematian tergolong tinggi
Apabila hasil yang diperoleh lebih dari 18
2) Angka kematian tergolong sedang
Apabila hasil yang diperoleh antara 14 – 18
3) Angka kematian tergolong rendah
Apabila hasil yang diperoleh kurang dari 14

Contoh:
Terdapat kematian sebesar 45 jiwa di Desa Sidoagung selama tahun 2015. Dari data statistik, jumlah penduduk pada akhir tahun 2014 menunjukkan 2.500 jiwa. Untuk mengetahui criteria atau penggolongan angka kematian di Desa Sidoagung, dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut ini:
Angka kematian = 45 : 2.500 = 18

Hasilnya yaitu 18, dengan begitu angka kematian di Desa Sidoagung termasuk sedang karena hasilnya antara 14 sampai 18.

3. Perpindahan Penduduk

Perpindahan penduduk juga disebut migrasi. Migrasi yaitu perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Ada beberapa jenis migrasi yang harus kamu ketahui, diantaranya yaitu:

a. Emigrasi : perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri untuk menetap. Misalnya Rina menikah dengan orang Jepang. Kemudian, Rina ber-emigrasi karena tinggal di Jepang ikut suaminya.
b. Imigrasi : perpindahan penduduk Negara lain ke Negara tertentu untuk menetap. Misalnya, ada orang Arab Saudi yang menikah dengan orang Indonesia. Nah, orang Arab tersebut melakukan imigrasi karena akan menetap di Indonesia.
c. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam suatu negara. Contohnya : Orang jawa bertransmigrasi ke Pulau Sumatera.
d. Urbanisasi : perpindahan penduduk dari desa ke kota. Contohnya: orang desa yang pindah ke Jakarta.

Beberapa faktor pendorong terjadinya migrasi yaitu:
a. Faktor keamanan: merasa bahwa tempat tujuan lebih aman dibandingkan daerah asal.
b. Faktor ekonomi: terdapat lahan pekerjaan yang lebih banyak di daerah tujuan dibandingkan daerah asalnya.
c. Faktor kelengkapan sarana dan prasarana seperti hiburan, rumah sakit, sekolah, pasar, dan sebagainya.

4. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan dinamika penduduk yang menunjukkan peningkatan jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk secara sederhana dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kelahiran, kematian dan migrasi.

Pertumbuhan penduduk akan bertambah dengan adanya kelahiran dan imigrasi. Sedangkan, pertumbuhan penduduk akan berkurang dengan adanya kematian dan emigrasi.

Dengan melakukan sensus penduduk, jumlah penduduk di suatu tempat dapat diketahui. Dalam sensus penduduk, akan dicatat tentang jumlah penduduk, jumlah kelahiran dan kematian.

Berikut ini merupakan rumus menghitung pertumbuhan penduduk.
P = (L – M) + ( I – E )
Keterangan :
P = pertumbuhan penduduk
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi
E = jumlah emigrasi

5. Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah yang ditempatinya.
Untuk mengetahui jumlah kepadatan penduduk, perhitungannya dapat dilakukan dengan rumus:
Kepadatan Penduduk : Jumlah penduduk (jiwa) : luas wialayah (km2)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY