Melakukan Pengukuran Panjang, Massa dan Waktu

Melakukan Pengukuran Panjang, Massa dan Waktu

390
0
SHARE

Hai sobat bangkusekolah.com, pada kesempatan kali ini, materi yang akan kita bahas yaitu mengenai bagaimana cara melakukan pengukuran panjang, massa dan waktu. Untuk mengukurnya, digunakan alat yang berbeda-beda.

1441775098_sadas

Kamu harus bisa membedakan alat beserta fungsinya. Selain itu, cara penggunaan yang benar juga perlu diketahui supaya kamu bisa mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

1. Melakukan Pengukuran Panjang

Hayo, coba apa nama alat yang digunakan untuk mengukur panjang? Pastinya, kamu pernah melihat seseorang yang sedang melakukan pengukuran panjang. Contohnya seperti tukang katu, tukang kunci dan tukang jam.

Ketika seorang tukang kayu mengukur panjang balok-balok kayu, alat yang ia gunakan yaitu mistad dan rol meter. Kemudian, seorang tukang kunci dan tukang jam akan menggunakan alat yang namanya jangka sorong dan mikrometer sekrup untuk melakukan pengukuran panjang. Loh, kok beda ya alatnya? Sebab, tukang kunci dan tukang jam mengukur benda yang ukurannya kecil.

Nah, kamu sudah tahu belum nih cara mengukur panjang dengan alat-alat yang sudah disebutkan di atas. Kalau belum, berikut ini penjelasannya.

a. Pengukuran panjang dengan Mistar dan Rol Meter

Sebelum mulai mengukur dengan mistar atau rol meter, coba kamu amati garis-garis yang ada pada alat-alat tersebut. Garis-garis itu menunjukkan skala tertentu. Secara umum, ada dua skala pengukuran pada mistas yaitu dalam cm dan inci. Jarak terdekat atara dua garis panjang yang berhimpit adalah 10 kali skala terkecil (milimeter) pada satuan centimeter (cm) .

Pada mistar, skala pengukuran terkecil yaitu 1 milimeter. Lalu, tingkat ketelitian pada mistar yaitu 0,5 mm atau 0,05 cm.

Berikut ini cara melakukan pengukuran menggunakan mistar dan pensil dengan sudut pandang yang benar.
Pertama, kamu harus menempatkan skala nol pada mistar tepat pada ujung benda.
Lalu, kamu harus memperhatikan ujung benda yang lainnya. Nah, bacalah ada pada skala berapa ujung tersebut.
Terakhir, matamu harus tegak lurus dengan tanda garis skala agar kamu bisa membaca skala pada penggaris dengan tepat.
Mudah bukan?

b. Pengukuran panjang dengan jangka sorong

Hai, pernahkah kamu melihat alat yang disebut sebagai jangka sorong? Kalau belum, berikut ini gambar jangka sorong.

jangka2Biasanya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang kunci kendaraan. Nah, orang yang sering menggunakan alat ini tentunya tukang kunci. Tahukah kamu mengapa alat ini dinamakan sebagai jangka sorong? Sebab alat ini memiliki ujung yang dapat digeser atau disorong.

Ukuran anak kunci sangatlah kecil. Tukang kunci harus membuat duplikat kunci dengan ukuran yang tepat. Jadi, tingkat ketelitiannya sangat tinggi. Maka dari itu, alat yang sesuai yaitu jangka sorong.

Ada dua jenis skala pada jangka sorong yaitu skala utama dan skala nonius yang bisa digeser-geser. Selisih skala utama dengan skala nonius yaitu 1 mm – 0,9 mm = 0,1 mm atau 0, 01 cm. pada skala utama, jarang satu bagian skala sepanjang 1 mm.

Contoh penggunaan jangka sorong :
Skala utama : 4, 2
Skala nonius : 0,05
Pembacaan : 4, 25 (hasil jumlah skala utama dan skala nonius )

2. Melakukan Pengukuran Massa

Berat sama dengan massa. Jadi, ketika menimbang berat badan, alat yang digunakan yaitu timbangan atau neraca. Nah, timbangan atau neraca inilah yang disebut sebagai alat pengukur besaran massa. Jenis timbangan ada beberapa jenis. Jadi, timbangan untuk mengukur berat badan dengan timbangan untuk mengukur berat beras tidaklah sama.

3. Melakukan Pengukuran Waktu

Pengukuran waktu berhubungan dengan lamanya suatu kejadian terjadi. Misalnya, kamu mulai pelajaran di sekolah pukul 07.00 dan selesai pukul 14.00. Berapa lama waktu pelajaran di sekolah? Untuk menghitungnya, kamu memerlukan jam. Jadi, jam merupakan alat untuk mengukur waktu. Namun, masih ada lagi alat pengukur waktu selain jam.

Kemudian, ketika ada perlombaan lari, biasanya pelari akan dihitung lama waktunya berada di garis finish. Alat untuk mengukur pelari ini namanya stopwatch. Dengan stopwacth analog, kecepatan pelari dapat diketahui. Ada tombol samping pada telunjuk. Tombol itu adalah tombol start dan stop. Lalu, ada tombol reset yang terletak pada bagian atas. Tombol ini berguna untuk mereset alat stopwatch itu. Istilah lainnya “pengaturan”.

Nah itulah pembahasan mengenai cara melakukan pengukuran panjang, massa dan waktu. Coba kamu jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar ya.

1. Sebutkan nama alat pengukuran massa, panjang dan waktu. Jelaskan juga cara penggunaannya !
2. Bagaimana cara yang baik dan benar dalam mengukur panjang benda dengan menggunakan alat mistar?
3. Diantara mistar, jangka sorong dan mikrometer, alat manakah yang memiliki ketelitian paling teliti? Sebutkan batas ketelitiannya!
4. Jelaskan cara menggunakan jangka sorong dengan benar!
5. Bagaimana cara menggunakan stopwatch yang benar?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY