Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan Lingkungan

361
0
SHARE

Hai sobat bangkusekolah.com! Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik ya. Oh ya, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai masalah pengelolaan lingkungan. Nah, tentunya pengelolaan lingkungan sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan kita agar tetap lestari, iya kan?

Pengelolaan-Lingkungan1. Pengertian lingkungan

Sebelum membahas mengenai pengelolaan lingkungan lebih jauh, sebaiknya kamu tau dulu apa yang dimaksud dengan lingkungan. Lingkungan yaitu tempat hidup makhluk hidup. Lingkungan alami merupakan ekosistem yang disusun oleh komponen biotik dan abiotik yang seimbang, serta tidak tercemar oleh polutan. Lingkungan yang tercemar merupakan ekosistem yang penyusun-penyusunnya tidak seimbang karena adanya polutan yang masuk ke dalam lingkungan tersebut.

Menurut UU RI No.23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, menyatakan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu, yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Ada dua sumber bahan pencemar, yaitu:
a. Aktivitas alam, seperti meletusnya gunung berapi di mana terjadi peristiwa vulkanis yang dapat menerbangkan abu vulkanik ke atmosfer dan menyebabkan udara tercemar.
b. Aktivitas manusia, diantaranya dalam bidang pertanian, perikanan, industri, pertambangan, dan transportasi.

2. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan sifat zat yang mencemarinya, berikut ini yaitu:
a. Pencemaran biologis oleh mikroorganisme.
b. Pencemaran fisik oleh benda cair, benda padat, maupun gas.
c. Pencemaran kimiawi oleh bahan/zat kimia yang biasanya dapat dibedakan menjadi berikut ini:

a) Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat terjadi karena sampah, limbah padat, penggunaan pupuk yang berlebihan, dan pembuangan zat pestisida yang berlebihan. Pada limbah padat (sampah) terkandung 70% bahan organik dan 30% bahan anorganik. Semakin banyak bahan organiknya, semakin baik sampah tersebut karena sampak organik dapat didaur ulang dan didegredasi sehingga menyatu dengan tanah menjadi nutrisi organism lain. Dampak langsung akibat limbah yang dirasakan manusia adalah timbulnya bau yang tidak sedap dan kotor. Dampak yang tidak langsung di antaranya tempat pembuangan limbah dapat menjadi tempat berkembangnya organism penyebab penyakit pes, kaki gajah, malaria dan demam berdarah.

b) Pencemaran Air
Tanda terjadinya gangguan kualitas air didasarkan pada pengamatan secara fisik, kimia dan biologi.
1) Fisik meliputi tingkat kejernihan, perubahan suhu air, serta perubahan rasa, baud an warna air.
2) Kimia, mendasarkan pada zat kimia logam maupun nonlogam yang terlarut dan perubahan pH.
3) Biologi, yaitu berdasarkan mikroorganisme yang ada di dalam air.
Air yang telah tercemar mengakibatkan air tidak dapat dimanfaatkan dan menjadi penyebab timbulnya penyakit. Secara garis besar dikenal dua tipe polutan yang masuk ke dalam perairan.

Tipe polutan tersebut sebagai berikut ini:
1) Zat yang memperkaya perairan, sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme. Contohnya yaitu sisa-sisa bahan makanan yang dibuang oleh manusia.
2) Materi-materi yang bersifat racun, sehingga membunuh organism yang hidup dalam perairan. Contohnya yaitu zat dari industri kimia, seperti pestisida.
c) Pencemaran Suara
Pencemaran suara karena suara bising. Contohnya suara mesin instalasi listrik pabrik, pesawat terbang, kereta api dan lain-lain.
d) Pencemaran Udara
Pencemaran udara biasanya karena pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik.

Dampak akibat pencemaran udara:
a. Hujan asam
b. Penipisan lapisan ozon
c. Efek rumah kaca

Pencegahan pencemaran udara dapat dilakukan dengan cara:
a. Pemberhentian penggunaan emisi CFC sebagai bahan lemari es atau freeze dan bahan pendingin ruang (AC).
b. Efisiensi bahan bakar minyak.
c. Efisiensi penggunaan energy batu bata.
d. Penggunaan filter untuk menyaring karbondioksida dari asap buangan pabrik.
e. Peningkatan penggunaan energy matahari, angin, dan panas bumi.
f. Penggunaan gas alam sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak dan batu bara.
g. Penebangan hutan dikurangi dan pengadaan reboisasi.

3. Peranan Manusia dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri. Berikut ini peranan manusia untuk mengatasi mencemaran lingkungan:
a. Melakukan penghijauan : memberi humus tanah.
b. Rotasi tanaman : menanami jenis tanaman yang berbeda pada tempat yang sama.
c. Pembuatan sengkedan : membuat sengkedan pada tanah yang miring agar tanah tidak terkena erosi.
d. Penggunaan pupuk seperlunya : sebaiknya gunakan pupuk alami seperti pupuk kompos dan pupuk kandang.
e. Reboisasi : penanaman kembali pada tanah yang gundul.
f. Daur ulang : sampah pasar berupa sayuran dan buah yang telah membusuk bisa diolah dengan ditambah dengan kotoran hewan menjadi pupuk.

Nah, bagaimana? Sudah jelas bukan mengenai pengelolaan lingkungan. Kita harus selalu menjaganya supaya kelestarian lingkungan tetap terjaga. Yuk like dan share.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY