Alat-alat Laboratorium dan Fungsinya

Alat-alat Laboratorium dan Fungsinya

949
0
SHARE

Alat-alat laboratorium. Hai sobat bangkusekolah.com, pernahkah melakukan pengamatan di laboratorium? Jika akan melakukan sebuah pengamatan, ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan. Hal tersebut meliputi cara penyimpanan, pemakaian, dan perawatan alat atau bahan laboratorium, serta langkah pertolongan atau penanggulangan kecelakaan. Agar keselamatan kerja dapat terwujud, kita harus memahami dan melaksanakan tata tertib baik di laboratorium maupun di lapangan. Sebenarnya, laboratorium yang baik selalu dilengkapi dengan tempat penyimpanan alat atau bahan sesuai dengan sifat atay jenis alat/bahan tersebut. Khususnya bahan kimia yang mudah menguap, mudah terbakar, beracun, atau yang berbahaya harus memiliki tempat khusus yang tertutup atau dilengkapi dengan cerobong uap. Bahan kimia cair sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang lebih tinggi dari kepala kita sehingga mempersulit pengambilan dan harus disimpan dalam botol/wadah tertutup rapat, serta tidak terkena panas atau cahaya matahari secara langsung. Usahakan semua botol penyimpanan bahan berlabel untuk menghindari kekeliruan dalam pemakaian. Alat-alat yang rawan rusak atau rawan pecah disimpan dalam lemari tertutup dan aman.

lab_skul-696x522A. Alat-alat laboratorium dan fungsinya

Selain mikroskop seperti yang telah kita pelajari, terdapat alat-alat lain di laboratorium yang sangat dibutuhkan ketika kita melakukan pengamatan dengan percobaan atau eksperimen. Berikut ini jenis alat laboratorium beserta fungsinya.

1) Tabung reaksi, berfungsi untuk mencampur atau melarutkan zat menjadi larutan dan untuk menyimpan cairan kimia dalam bentuk sedikit.

2) Rak tabung reaksi, berfungsi sebagai tempat meletakkan tabung reaksi.

3) Gelas kimia atau labu Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat larutan kimia.

4) Corong berfungsi untuk memindahkan larutan ke tempat lain agar tidak tumpah.

5) Pipet tetes, berfungsi untuk mengambil dan meneteskan larutan dalam volume sedikit.

6) Pembakar spirtus, berfungsi sebagai alat pemanas.

7) Mortar dan lumpang porselen, berfungsi untuk menghaluskan bahan-bahan.

8) Pipet ukur, berfungsi untuk mengambil larutan dengan volume tertentu.

9) Termometer, berfungsi untuk mengukur suhu.

10) Batang pengaduk, berfungsi untuk mengaduk suatu zat yang dilarutkan dalam cairan.

11) Gelas ukur, berfungsi untuk mengukur volume suatu larutan kimia.

12) Kaki tiga, berfungsi untuk mengukur volume suatu larutan kimia.

13) Kawat kasa, berfungsi sebagai pembatas antara api dan gelas kimia yang dipanaskan. Biasanya kawat kasa ini dipasangkan dengan kaki tiga.

Itulah nama-nama alat laboraorium beserta fungsinya. Alat-alat tersebut harus digunakan sesuai dengan fungsinya dan haruslah dirawat agar tidak cepat rusak. Setelah menggunakannya, cuci dan keringkan. Lalu, taruh ke tempat semula yaitu di tempat penyimpanan khusus.

B. Bahan Kimia Berbahaya

Ada beberapa penggolongan bahan kimia berbahaya, yaitu:

a. Bahan kimia berbahaya atau disebut sebagai toksik. Bahan ini dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia. Lebih parahnya, bahan kimia ini dapat menyebabkan kematian apabila terserap ke dalam tubuh karena tertelan, lewat pernapasan, dan kontak dengan kulit. Contohnya senyawa logam, bahan pelarut, gas beracun, dan pestisida.

b. Bahan kimia korosif, yaitu bahan kimia yang karena reaksinya mengakibatkan kerusakan apabila kontak dengan jaringan hidup atau bahan lainnya.

c. Bahan mudah terbakar, yaitu bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebarakan.

d. Bahan peledak, yaitu bahan kimia yang bereaksi dengan bahan lainnya sehingga menghasilkan atau adanya gas dalam jumlah besar dan bertekanan tinggi disertai suhu yang tinggi.

Tabel contoh bahan kimia beracun dan gangguannya

Jenis Zat Beracun Jenis Bahan Gangguan Akibat Keracunan
Logam Metaloid a.       Timbal (Pb)

b.      Raksa (Hg)

c.       Cdmium (Cd)

d.      Krom (Cr)

e.      Arsen (As)

Saraf, ginjal dan darah

Saraf dan ginjal

Hati, ginjal dan darah

Kanker

Iritasi dan kanker

Bahan Pelarut a.       Bensin dan minyak

b.      Alkohol

c.       Gikol

Pusing dan koma

Penglihatan, koma dan saraf

Ginjal, hati dan tumor

Gas Beracun a.       Asam sianida

b.      Asam sulfida

c.       Karbon monoksida

d.      Nitrogen monoksida

e.      Aspiksian

Pusing

Sesak napas, kejang, dan hilang kesadaran

Sesak napas, otak, jantung, dan saraf

Sesak napas, iritasi, dan kematian

Sesak napas dan kekurangan oksigen

Pestisida Berbagai macam obat pembasmi hama tanaman Pusing, kejang, hilang kesadaran, dan kematian
Karsinogen a.       Benzena

b.      Asbes

c.       Krom

Leukimia

Paru-paru

Paru-paru

Biasakanlah segera mencuci tangan jika terkena atau setelah menggunakan bahan-bahan kimia cair maupun padat. Lebih aman gunakan sarung tangan karet. Jika bahan kimia mengenai mata cucilah mata dengan air sebanyak-banyaknya sampai tidak terasa pedih. Pastikan selalu ada perlengkapan P3K dan alat pemadam kebakaran di laboratorium. Selain itu, kamu harus memahami cara menggunakan masing-masing alat yang tersedia di laboratorium.

Yah sobat , itulah penjelasn mengenai pengamatan di laboratorium. Jadi, pastikan memahami jenis dan fungsi alat-alat laboratorium serta selalu berhati-hatilah ketika melakukan eksperimen di sana. Semoga penjelasan materi ini bermanfaat, silahkan like dan share. Terima kasih sobat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY