Zat kimia dalam penyedap dan bau makanan

Zat kimia dalam penyedap dan bau makanan

904
0
SHARE

Zat kimia dalam penyedap dan bau makanan. Selamat datang sobat semoga selalu diberikan kesehatan, pada kali ini kita akan membahas sedikit zat kimia dalam penyedap dan bau makanan. Karena banyak sekali saat ini perusahaan yang menggunakan zat kimia untuk meminimumkan pembiayaan sehingga sobat harus mengenal zat kimia apa saja yang ada didalam penyedap dan pewarna makanan.

penyedap-rasa-alami

Sobat, Bahan penyedap rasa merupakan zat yang dapat meningkatkan cita rasa pada suatu makanan. Penyedap ini berfungsi menambah rasa nikmat dan menekan rasa yang tidak diinginkan dari suatu bahan makanan. Sobat Bahan tersebut yang termasuk dalam golongan ini ternyata ada yang diperoleh dari alam berupa rempah-rempah seperti : bawang putih, pala, merica, bawang bombay, ketumbar, serai, pandan, daun pandan, dan daun salam. Namun juga ada yang sintetik sobat. Penyedap sintetik ini pada dasarnya adalah tiruan yang didapat dialam, tetapi karena kebutuhannya sangat tinggi sobat sehingga melebihi dari yang tersedia maka dibuatlah tiruannya.

Sobat penyedap sintetik yang sangat populer di masyarakat adalah vetsin atau MSG/mononatrium glutamat. sobat di pasaran saat ini, unsur tersebut dikenal dengan beragam merek dagang, misalnya Ajinomoto, Royco, Maggi, Miwon, Sasa, dan lain sebagainya. MSG/vetsin merupakan garam natrium dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. susu, ikan, daging, dan kacang-kacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. Oleh karena itu sobat, tidak mengherankan bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung asam glutamat yang terasa lezat dan juga gurih meski tanpa bumbu-bumbu lain. Keunikan dari MSG/vetsin yaitu tidak memiliki cita rasa , tetapi dapat juga membangkitkan cita rasa komponen-komponen lainnya yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang semacam itu disebut dengan taste enhancer atau penegas rasa.

Sobat pemberi aroma merupakan zat yang dapat memberi aroma tertentu pada suatu makanan atau minuman, sehingga dapat membangkitkan selera kita sobat. Penambahan zat pemberi aroma ini dapat menyebabkan makanan memiliki daya tarik untuk dinikmati. Sobat zat pemberi aroma ini juga berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami, seperti minyak atsiri dan vanili. Ada pula pemberi aroma yang sintetik, seperti: amil asetat yang memiliki cita rasa seperti pisang ambon, vanilin atau aroma vanili, amil kaproat atau aroma apel, etil butirat atau aroma nanas, dan metil antranilat atau aroma buah anggur. Sobat Jeli atau agar-agar merupakan salah satu contoh makanan yang menggunakan zat pemberi aroma.

Sobat senyawa-senyawa yang digunakan untuk menghasilkan rasa buatan hampir sama dengan yang terjadi secara alami. rasa buatan ini mungkin lebih aman untuk dikonsumsi daripada rasa alami karena standar kemurniannya dan konsistensinya campuran yang diterapkan baik oleh perusahaan atau oleh hukum. Berbeda lagi dengan rasa alami yang mungkin mengandung pengotor dari sumber-sumber mereka sedangkan rasa buatan biasanya lebih murni dan diharuskan untuk menjalani pengujian lebih jauh sebelum dijual untuk konsumsi. Berikut zat kimia yang perlu diketahui oleh sobat. Seperti DiasetilIsoamil asetat aromanya MentegaPisang, Benzaldehida aromanya Almond pahit, Sinnamat aldehida aromanya Kayu manis, Etil propionat aromanya buah-buahan, Metil antranilat aromanya anggur, Limonena aromanya jeruk orange, Etil-(ā€œEā€, ā€œZā€)-2,4-dekadienoat aromanya pir, Alil heksanoat aromanya nanas, Etil maltol aromanya gula atau gula-gula kapas, Etilvanillin aromanya vanila dan Metilsalisilat aromanya wintergreen.

Sekian dari kami sobat semoga bermanfaat dan semoga apa yang kami berikan bermanfaat untuk sobat sekalian. Salam sejahtera dan jangan lupa untuk terus belajar dan gapailah cita-cita sobat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY