Zat kimia sebagai pembasmi serangga

Zat kimia sebagai pembasmi serangga

6699
0
SHARE

Zat kimia sebagai pembasmi serangga. Apa kabar sobat kembali lagi bersama kami bangkusekolah.com, semoga sobat tidak bosan berkunjung. Pada kali ini kita akan membahas tentang zat kimia sebagai pembasmi serangga.

Free Shape Insects Photoshop

Zat kimia sebagai pembasmi serangga

Sobat sudah banyak menemukan dipasaran atau ditoko terdekat obat anti nyamuk yang dikemas dengan aplikasi yang sesuai seperti dibakar, difumigasi secara elektrik, disemprotkan, dan dioleskan pada permukaan kulit. Fungsi dari zat tersebut untuk pengusir atau pembasmi serangga ditentukan oleh zat kimia/zat aktif yang terkandung di dalamnya. Sobat pasti bertanya-tanya apakah zat kimia pada pembasmi serangga aman digunakan?

Baik kali ini sobat jangan sampai terkecoh dengan iklan-iklan di televisi yang mengatakan bahwa obat pembasmi nyamuk aman digunakan, karena Sebenarnya sobat perlu ketahui obat anti nyamuk yang berzat kimia seperti yang ditayangkan di televisi, tentunya tidak baik untuk kesehatan. Beikut ini, zat aktif pada pembasmi serangga khususnya pada obat nyamuk yang dapat ditolerir dan relatif aman seperti transfluthrin, pralethrin, d-allethrin, bioallethrin, dan cyphenothrin. efektif untuk membunuh nyamuk kurang bisa diandalkan, terutama jenis nyamuk Culex sp. tetapi, zat tersebut mampu membuat nyamuk menyingkir dari tempat Anda. Berikut akan diperjelas zat kimia sebagai pembasmi serangga.

1. Transflutrin

Secara umum zat kimia yang terdapat pada obat pembasmi serangga yaitu Transflutrin. Transflutrin disebut salah satu contoh zat aktif anti nyamuk berbentuk padatan lingkar berwarna hijau (sperti baygon bakar). Khasiat dari anti nyamuk ini dari pembakaran yang menghasilkan asap yang menyebar ke seluruh ruangan sehingga Transfluthrin relatif aman hingga saat ini, tetapi Transfultrin bila dipakai selama empat jam ternyata sobat hal ini bisa menurunkan kadar eritrosit atau sel darah merah, sehingga mengakibatkan orang tersebut akan menderita anemia.

2. Bioallethrin

Zat Bioallethrin disebut salah satu pyrethroidinsectisida/obat pembasmi serangga dengan suatu spektrum aktivitas luas, kemudian bereaksi dengan kontak langsung dan mempunyai karakteristik efek “a strong knock down”/efek langsung menjatuhkan serangga, zat ini hanya aktif pada serangga yang terbang dan merayap saja, khususnya pada nyamuk, lipas, kutu, kutu busuk, lalat, tawon, semut, dan lain lain.

3. D-allethrin

Zat D-Allethrin disebut suatu Pyrethroid campuran yang merupakan suatu insektisida kontak kuat yang menghasilkan “a strong knock-down”/ efek langsung menjatuhkan serangga dengan cepat, melawan hama-hama rumah tangga seperti lalat, nyamuk, kutu dan kecoak.

4. Sipermetrin

Zat Sipermetrin ini pada umumnya berperilaku sebagai neurotoksin, dan cepat bertindak langsung pada serangga.

5. Deltametrin

Pada zat ini terdapat unsur kapur bagus. Deltametrin adalah salah satu piretroidester. Piretroid ini mempunyai mekanisme yang menghasilkan racun atau toksin dan menyebabkan kelumpuhan pada organisme. Zat tersebut menyebabkan kelumpuhan dengan cara menjaga saluran natrium agar tetap terbuka dimembran saraf dari suatu organisme. Sehingga dengan terbukanya saluran natrium tersebut saraf tidak dapat terangsang kembali sehingga akan menyebabkan kelumpuhan.

6. Propoxur

Zat Propoxur adalah senyawa karbamat atau sering dikatakan senyawa kerabat dari MIC, yang pernah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang diBhopal India, sehingga pemerintah telah melarang untuk menggunakannya karena informasi dari luar negri zat tersebut diduga kuat sebagai zat karsinogenik.

Dalam waktu jangka panjang, orang yang terkena zat ini akan menurun aktivitas enzim untuk  saraf transmisi dan juga berpengaruh buruk pada hati dan kemudian sistem reproduksi. Maka sobat perlu perhatikan kadarnya jika obat nyamuk terdapat zat ini. Di Indonesia saat ini, penggunaannya belum dilarang. Berdasarkan peringkat zat kimia berbahaya yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ternyata Propoxur menduduki peringkat kedua sebagai produk berbahaya setelah zat dichlorvos.

7. Dichlorvos atau DDVP (dichlorovynil dimetyl phosfat)

Sobat ternyata ada juga obat nyamuk yang menggunakan DDVP atau dichlorvos yang merupakan zat turunan chlorine, yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya oleh WHO di dunia. Berdasarkan peringkat zat kimia paling berbahaya yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diklorvos menduduki peringkat kesatu sebagai produk paling berbahaya. Jika terkena paparan zat ini dalam jangka panjang, menyebabkan kerusakan syaraf, mengganggu pernafasan, jantung, sistem reproduksi, dan juga memicu kanker. Kalau obat nyamuk mengandung zat ini, langsung tinggalkan sobat.

Mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan sobat semoga bermanfaat dan semoga sobat tidak bosan dan jangan sampai mencoba zat terlarang seperti yang disebutkan diatas oleh bangkusekolah.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY