Kehidupan Masyarakat Zaman Praaksara Indonesia

Kehidupan Masyarakat Zaman Praaksara Indonesia

9488
1
SHARE

Zaman Praaksara. Pada awalnya, manusia purba hidup dengan cara berpindah-pindah atau nomaden. Mereka mencari makan dengan berburu hewan di hutan dan meramu. Mereka mengandalkan alam 100% untuk bertahan hidup. Lama kelamaan manusia purba mampu mengolah alam dan hidup menetap. Kehidupan merekapun terus berkembang. Untuk lebih jelasnya, marilah kita pelajari materi berikut ini.

Zaman Praaksara

masa_praaksara

A. Masa berburu dan mengumpulkan makanan Tingkat sederhana

Masa berburu dan mengumpulkan makanan yaitu masa di mana manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berburu dan mencari makanan dari hasil-hasil hutan.

Masa berburu dan mengumpulkan makanan ini disebut food gathering. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan ini kehidupan masyarakatnya masih sangat sederhana. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tergantung dari alam karena mereka belum mampu membuat makanan sendiri.

1. Ciri-ciri kehidupan masa berburu dan meramu

Ciri-ciri dari kehidupan masa berburu dan meramu sebagai berikut ini:

a. Tidak memiliki tempat tinggal yang pasti karena hidupnya berpindah-pindah (nomaden). Hal ini dikarenakan manusia masih sangat tergantung dari alam.

b. Dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa yang masih sangat sederhana.

c. Masyarakat masa ini telah menemukan cara membuat api.

d. Hidup dalam kelompok-kelompok antara 10 sampai 15 orang.

e. Perkembangan kebudayaannya masih sangat lambat karena masa berburu dan mengumpulkan makanan ini keadaan alam masih labil dan liar.

f. Terdapat pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin.

g. Manusia masa ini sudah memilih hewan dan tumbuhan yang menjadi bahan makanannya.

h. Masa ini terjadi pada zaman palaeolitikum.

i. Manusia pendukungnya antara lain Pithecanthropus erectus, Pithecanthropus soloensis, dan Homo wajakensis.

2. Peralatan pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Berikut ini adalah alat-alat yang terbuat dari batu dan tulang pada masa berburu dan meramu.

a. Kapak perimbas digunakan untuk merimbas kayu, menguliti binatang, dan memecah tulang.

b. Alat serpih digunakan sebagai gurdi, penusuk dan pisau.

c. Kapak genggam digunakan untuk menggali ubi dan memotong daging binatang buruan.

d. Mata tombak digunakan untuk berburu dan menggali ubi.

e. Tangkai tombak.

B. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut

Coran kehidupan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut masih dipengaruhi oleh corak kehidupan pada masa sebelumnya, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. Kehidupan mereka masih sangat tergantung kepada alam. Adapun ciri kehidupan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut antara lain sebagai berikut ini.

1. Dalam Bidang Ekonomi

a. Masih berburu binatang di hutan dan mengumpulkan makanan berupa umbi-umbian, buah-buahan, biji-bijan, daun-daunan dan menangkap ikan di laut atau danau.

b. Manusia masa ini telah mampu menyimpan makanan dan mengawetkannya; yaitu ketika mereka mampu mengumpulkan makanan dalam jumlah cukup banyak.

c. Di antara kelompok-kelompok manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ada yang hidup di daerah pesisir.

d. Makanan pokok mereka adalah kerang dan ikan di laut.

e. Di bekas tempat tinggal mereka ditemukan tumpukan kulit kerang yang menggunung.

f. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, bercocok tanam mulai dikerjakan namun masih amat sederhana dan dilakukan secara berpindah-pindah atau berhuma.

2. Dalam Bidang Sosial

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, kehidupan berburu masih dilakukan secara berkelompok. Tiap kelompok merupakan keluarga kecil dengan membagian kerja yang jelas. Kaum laki-laki bertugas melakukan perburuan. Kaum wanita yang tidak banyak terlibat dalam kegiatan perburuan lebih banyak berada di sekitar gua-gua tempat tinggal mereka.
Pembagian tugas tersebut berdampak pada kemampuan wanita. Wanita pada zaman ini memiliki kesempatan untuk berkembang. Mereka memperluas wawasan mengenai tumbuhan saat ditinggal berburu oleh kaum laki-laki. Para wanita mampu membudidayakan tanaman di sekitar mereka.

3. Dalam Bidang Budaya

a. Kemahiran membuat alat masih sederhana. Alat itu digunakan untuk berburu dan meramu makanan. Alat bantu yang dihasilkan dari masa ini berciri palaeolitik kemudian mesolitik.

b. Kesenian masih terbatas pada seni lukis.

c. Corak kepercayaan tampak dari lukisan dan penguburan. Corak kepercayaan baru terlihat pada tingkat lanjut. Lukisan dinding gua mengungkapkan kepercayaan masyarakat praaksara akan kekuatan magis.

C. Masa Bercocok Tanam

Pada masa ini, timbul revolusi peradaban yang menyangkut kehidupan manusia purba.

Perubahan pada masa bercocok tanam:

a. Kehidupan berubah menjadi bercocok tanam di ladang atau sawah.

b. Cara hidup berubah menjadi menetap atau sedenter.

c. Cara pembuatan peralatan hidup makin halus.

d. Mulai mengenal kepercayaan.

Ciri-ciri kehidupan bercocok tanam:

a. Sudah mulai menetap, biasanya mereka memilih gua sebagai tempat tinggal.

b. Mereka sudah memelihara hewan ternak dan mengolah lahan untuk ladang dan huma.

c. Mereka lebih bisa mengawetkan dan menyimpan makanan.

D. Masa Perundagian

Undagi adalah sekelompok orang yang memiliki keahlian menciptakan suatu barang, misalnya teknik cetak, pandai besi, samapi kostruksi. Sedangkan tempat mengolah logam disebut perundagian. Jadi, pada zaman ini banyak masyarakat yang pandai mengolah logam.

Yap, itulah pembahasan mengenai kehidupan masyarakat pada zaman praaksara Indonesia. Semoga bermanfaat jangan lupa like dan share ya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY