Pengelolaan Koperasi Sekolah

Pengelolaan Koperasi Sekolah

4179
0
SHARE

Setelah kita membahas mengenai peranan penting koperasi sekolah, mari kita lanjutkan bahasan materi berikutnya yaitu mengenai pengelolaan koperasi sekolah. Pengelolaan yang baik akan membuat koperasi sekolah dapat berkembang dengan baik.

9618c133aaa6853cb4d99829047b298c

Pengelolaan Koperasi Sekolah

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan koperasi sekolah yaitu:

Permodalan

Modal merupakan faktor terpenting dalam setiap usaha. Tanpa adanya modal, koperasi tidak bisa berjalan. Berikut ini macam-macam modal koperasi sekolah.

A. Modal Sendiri

Modal ini berasal dari anggota koperasi. Modal ini merupakan resiko, yang artinya apabila koperasi bangkrut, maka modal ini akan hilang dengan sendirinya. Berikut ini macam-macam modal sendiri:

1. Simpanan pokok

Simpanan ini merupakan simpanan anggota dengan jumlah sang sama besar untuk setiap anggota dan dibayar hanya sekali, pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok ini hanya bisa diambil jika anggota keluar dari keanggotaan koperasi.

2. Simpanan wajib

Simpanan wajib yaitu simpanan anggota yang dibayar rutin setiap bulan dengan jumlah yang telah ditentukan.

3. Cadangan

Cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha (SHU) setiap akhir tahun. cadangan ini dapat digunakan untuk menambah modal dan untuk menutup kerugian apabila koperasi mengalami kerugian.

4. Hibah

Hibah adalah bantuan dari pihak lain secara sukarela dan tidak mengikat. Hibah dapat berasal dari perorangan maupun lembaga.

B. Modal Pinjaman

Modal pinjaman bisa berasal dari:

1. Simpanan sukarela anggota

Simpanan sukarela yaitu tidak memiliki ketetapan berapa jumlah yang harus disetorkan setiap bulannya. Anggota boleh memasukkannya atau tidak.

2. Pinjaman dari koperasi lain.

3. Pinjaman dari lembaga perbankan.

C. Modal Penyertaan

Modal ini berasal dari pemerintah, sekolah, maupun dari masyarakat.

Bidang Organisasi

a. Rapat Anggota, macam-macamnya:

– Rapat anggota tahunan (RAT). Rapat ini diadakan setiap akhir tahun.
– Rapat anggota luar biasa . Rapat ini dilakukan jika ada kejadian luar biasa atau darurat yang bisa mengancam keberadaan koperasi.

b. Pengurus Koperasi, terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan wakil bendahara.

c. Pengawas Koperasi

Struktur Organisasi Koperasi Sekolah

Organisasi koperasi sekolah bisa disesuaikan dengan jumlah kegiatan yang ada pada koperasi sekolah tersebut.
Berikut ini gambar susunan organisasi koperasi sekolah:

koperasiiiiii

Bidang Administrasi dan Pembukuan

Pengurus koperasi harus melengkapi dengan:
a. Agenda surat masuk
b. Agenda surat keluar
c. Buku tamu
d. Buku kas harian
e. Buku piutang anggota
f. Buku persediaan barang dagang
g. Buku pembelian
h. Buku penjualan

Bidang Keanggotaan

Bidang keanggotaan mengurusi hal-hal sebagai berikut:
a. Syarat-syarat menjadi anggota koperasi sekolah.
b. Sifat keanggotaan koperasi sekolah.
c. Berakhirnya keanggotaan koperasi sekolah.
d. Hak anggota koperasi sekolah.
e. Kewajiban anggota koperasi sekolah.

Bidang Pembinaan Koperasi Sekolah

Kepala sekolah atau guru dapat menjadi Pembina koperasi sekolah. Berikut ini pengembangan yang bisa dilakukan oleh guru:
a. Memberikan informasi mengenai perkoperasian melalui mata pelajaran seperti ekonomi.
b. Mengadakan kerjasama dengan koperasi lain.
c. Mengadakan studi banding ke koperasi sekolah yang dianggap sudah berhasil.
d. Member motivasi untuk selalu bekerja dengan baik.
e. Mengadakan evaluasi terhadap kegiatan koperasi secara rutin setiap bulan.
f. Memberikan tugan praktik secara bergilir kepada setiap siswa di dalam unit-unit usaha koperasi sekolah.

Ya, itulah pembahasan mengenai pengelolaan koperasi sekolah, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share ya. Terima kasih atau kunjungan sobat bangkusekolah.com. Tetap semangat belajar ya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY