Reaksi Oksidasi Reduksi (Redoks)

Reaksi Oksidasi Reduksi (Redoks)

2572
0
SHARE

Hai sahabat bangkusekolah.com, pada kesempatan kali ini, topik yang akan kita bahas adalah reaksi oksidasi reduksi (redoks). Reaksi ini merupakan reaksi kimia yang sering terjadi di lingkungan alam sekitar kita. Kedua reaksi tersebut sering terjadi pada waktu yang bersamaan sehingga sering disebut sebagai reaksi redoks.

Sebenarnya, kamu bisa menemukan reaksi redoks dengan mudah. Misalnya pada pembakaran, proses kimia yang terjadi pada dalam tubuh, dan terjadinya perkaratan pada logam.

redoks-7-728 (1)

A. Pengertian Redoks

1. Oksidasi reduksi sebagai reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen.

Pada awalnya, pengertian oksidasi dan reduksi dikaitkan dengan oksigen.

a. Oksidasi yaitu reaksi pengikatan zat dengan oksigen.

Beberapa contoh oksidasi antara lain sebagai berikut.

1) Perkaratan logam, misalnya pada besi dan magnesium.
4Fe(s) + 3O2 (g)  2Fe2O3 (s)
2Mg (s) + O2  2MgO (s)

2) Pembakaran gas alam ( CH4)
CH4 (g) + 2O2 (g)  CO2 (g) + 2H2O (g)

3) Oksidasi glukosa dalam tubuh

4) Oksidasi belerang pleh KCLO3

Sumber oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator. Pada contoh 1), 2), dan 3) di atas oksidator yang digunakan adalah udara, sedangkan pada contoh 4) adalah KCLO3.

b. Reduksi yaitu reaksi pengambilan atau pengeluaran oksigen dari suatu zat.

Reduksi banyak dilakukan pada pengolahan bijih logam.

Berikut ini merupakan contoh reduksi
1) Reduksi bijih besi dengn karbonmonoksida
2) Reduksi kromium (III) oksida oleh alumunium
3) Reduksi tembaga (II) oksida oleh hydrogen

Zat yang menarik oksigen pada reduksi disebut reduktor. Pada contoh di atas, reduktor yang digunakan yaitu CO, Al, dan H2.

2. Oksidasi reduksi sebagai reaksi serah-terima elektron

Oksidasi adalah pelepasan electron. Sedangkan reduksi adalah penyerapan atau penerimaan electron. Jadi oksidasi dan reduksi tidak harus melibatkan oksigen.

3. Oksidasi reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.

Dalam berbagai reaksi reduksi yang melibatkan spesi yang kompleks, kadang-kadang tidak dapat dengan mudah menentukan atom mana yang melepas dan atom mana yang menyerap electron.

Pelepasan electron menyebabkan kenaikan bilangan oksidasi. Oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reduksi yaitu reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.

B. Bilangan oksidasi

Bilangan oksidasi (biloks) adalah ukuran kecenderungan/kemampuan setiap atom untuk melepaskan atau menerima electron dalam pembentukan senyawa.

Aturan menentukan bilangan oksidasi :

1. Bilangan oksidasi unsure bebas = 0
Contoh : Na, Fe, C, K, O2, O3, O4, P4, S8, H2, N2.

2. Bilangan oksidasi atom H dalam senyawa = + 1
Contoh pada senyawa: HF, HBr, HNO3, H2O
Kecuali dalam senyawanya dengan logam maka bilangan oksidasi H =-1
Contoh : NaH, BaH2, AlH3.

3. Bilangan oksidasi atom O dalam senyawa = – 2
Contoh pada senyawa : CaO, Na2O, CO2.
Kecuali:
a) Dalam F2O bilangan oksidasi O = +2
b) Dalam peroksida, seperti H2O2,Na2O2, BaO2, bilangan oksidasi O = – 1
c) Dalamsuperoksida seperti KO2 bilangan oksidasi O = – ½

4. Bilangan oksidasi logam dalam senyawa selalu bertanda positif
Logam I A ( Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) = + 1
Logam II A ( Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) = + 2
Logam III A (Al) = + 3

5. Bilangan oksidasi logam transisi dalam senyawa:
Ag = + 1
Zn = +2
Cu = +1, +2Pb = +2,+4
Fe = +2, +3
Sn = +2, +4

6. Bilangan oksidasi ion = muatan ion

7. Jumlah bilangan oksidasi seluruh unsur-unsur dalam suatu ion poliatum = muatannya.

Itulah pembahasan mengenai reaksi oksidasi reduksi (redoks). Jangan lupa like dan share.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY