Pengertian Pendapatan Perkapita

Pengertian Pendapatan Perkapita

10881
0
SHARE

Sobat bangkusekolah.com, kali ini kita akan belajar mengenai pendapatan perkapita. Tahukah kamu apa itu pendapatan perkapita?

pdp0312Pengertian pendapatan perkapita

Pendapatan perkapita (per capita income/PCl) yaitu pendapatan rata-rata untuk masing-masing penduduk dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

Rumus Pendapatan Perkapita

pendapatan per kapitaPerhitungan pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal dalam suatu Negara tersebut.

Perhitungan pendapatan perkapita pada umumnya dilakukan dengan membagi komponen pendapatan nasional seperti Pendapatan nasional bruto (PNB) atau Pendapatan Daerah Bruto (PDB) dengan jumlah penduduk suatu Negara.

Manfaat penghitungan pendapatan perkapita

Berikut ini manfaat dari perhitungan pendapatan perkapita :
a. Mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu Negara dari waktu ke waktu.
b. Membandingkan tingkat kesejahteraan antara Negara satu dengan Negara lainnya.
c. Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi.
d. Mengelompokkan berbagai Negara ke dalam beberapa tingkat pendapatan.

1. Indikator Kesejahteraan Negara

Angka pendapatan perkapita merupakan ukuran yang paling dapat diandalkan untuk melihat tingkat kesejahteraan suatu Negara. Ini disebabkan karena pendapatan berkapita telah mencakup faktor jumlah penduduk sehingga secara langsung menunjukan tingkat kemakmuran, sementara komponen pendapatan nasional lainnya seperti GNP, GDP, dan sebagainya belum menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat secara langsung karena tidak memperhitungakn faktor jumlah penduduk.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut. Misalkan pendapatan nasional Negara A dengan Negara B adalah sama, yaitu Rp.100 milyar. Namun Negara A mempunyai jumlah penduduk 5 juta sedangkan Negara B memiliki jumlah penduduk 10 juta. Terlihat jelas bahwa tingkat kemakmuran Negara A tidak sama dengan Negara B, karena Negara B penduduknya dua kali lebih banyak, meskipun pendapatan nasional kedua Negara tersebut sama. apabila dibagi dengan jumlah penduduknya, pendapatan penduduk Negara A jauh lebih besar daripada pendapatan penduduk Negara B.

2. Standar Pertumbuhan Kemakmuran Negara

Pendapatan perkapita merupakan standar umum untuk membandingkan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu Negara dari tahun ke tahun. Apabila pendapatan perkapita meningkat, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk meningkat. Namun, kita perlu memerhitungkan pendapatan perkapita secara riil jika ingin menentukan tingkat kesejahteraan penduduk suatu Negara. Caranya yaitu dengan peningkatan pendapatan perkapita dibandingkan dengan tingkat kenaikan harga atau inflasi.

Contohnya, Negara A memiliki pendapatan perkapita sebesar Rp 10 milyar. Pada periode berikutnya, meningkat menjadi 150n milyar. Katakanlah harga barang pada periode sebelumnya Rp.100.000 kemudian sekarang menjadi Rp.150.000. peningkatan pendapatan perkapita tersebut menjadi tidak ada artinya karena daya beli masyarakat tidak bertambah. Dengan begitu dapat dikatakan dibandingkan dengan tingkat harga periode sebelumnya, secara riil pendapatan perkapita Negara A tidak berubah.

3. Pembanding Tingkat Kemakmuran Antarnegara

Selain sebagai pembanding tingkat kemakmuran suatu Negara dari tahun ke tahun, pendapatan perkapita juga umum digunakan sebagai pembanding tingkat kemakmuran antar Negara yang satu dengan yang lainnya. Dengan menetapkan standar pendapatan perkapita, maka Negara-negara di dunia dapat dikelompokkan ke dalam Negara berpendapatan rendah, menengah atau tinggi.

4. Kelompok negara berdasarkan pendapatan perkapita

Bank Dunia (World Bank) pada tahun 2001 telah mengelompokkan Negara-negara di seluruh dunia menjadi lima kelompok berdasarkan pendapatan perkapitanya, yaitu;
a. Kelompok Negara berpendapatan rendah (low income economies)
b. Kelompok Negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income economies)
c. Kelompok Negara berpendapatan menengah (middle income economies)
d. Kelompok Negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income economies)
e. Kelompok Negara berpendapatan tinggi (high income economies)

Itulah sobat pembelajaran materi tentang pendapatan perkapita, semoga bermanfaat ya. Jangan lupa like dan share. Terima kasih.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY