Perilaku Konsumen dan Produsen

Perilaku Konsumen dan Produsen

1249
0
SHARE

Halo sahabat bangkusekolah.com, pada kesempatan ini bangkusekolah.com akan membahas hal hal yang berkaitain dengan perilaku konsumen dan produsen, yaitu konsumsi, nilai barang, produsen, teori nilai dan teori produksi. Yuk kita simak bersama sama

A. Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan untuk menghabiskan atau menguranginilai guna suatu barang dan jasa.

Nilai Barang adalah kemampuan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia dan dapat ditukar dengan barang lain.

Nilai Barang dibedakan menjadi 2 (dua) :

1. Nilai pakai, yaitu nilai kemampuan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Nilai Pakai dibedakan menjadi 2 (dua) :

  • Nilai pakai subjektif, yaitu nilai suatu barang dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi setiap individu secara pribadi.
  • Nilai pakai objektif, yaitu nilai suatu barang dalam memenuhi kebutuhan hidup secara umum oleh masyarakat.

2. Nilai Tukar, yaitu nilai suatu barang untuk ditukar dengan barang yang lain

Nilai tukar dibedakan menjadi 2 (dua) :

  • Nilai tukar subjektif, yaitu nilai suatu barang untuk ditukar dengan barang lain yang bersifat individu.
  • Nilai tukar objektif, yaitu nilai suatu barang untuk ditukar dengan barang lain yang berlaku secara umum.

B. Produsen

produksi

Produsen adalah pihak yang melakukan kegiatan untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang dan jasa.
Peran-peran produsen :

  1. Pengguna faktor-faktor produksi
  2. Penghasil barang dan jasa
  3. Dapat meningkatkan inovasi (pembaharuan) produksi
  4. Melakukan pembayaran faktor-faktor produksi
  5. Meningkatkan kemakmuran bangsa

C. Teori Nilai

1. Teori Nilai Objektif

  1. Teori nilai tenaga kerja (David Ricardo), Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut.
  2. Teori nilai pasar (Humme an Locke), Nilai suatu barang tergantung dari permintaan dan penawaran barang di pasar.
  3. Teori nilai biaya produksi (Adam Smith), Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk membuat barang tersebut.
  4. Teori nilai biaya reproduksi (Carey), Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang itu kembali (reproduksi)
  5. Teori nilai lebih (Karl Marx), Tenaga kerja mempunyai nilai tukar dan nilai pakai bagi pengusaha.Nilai pakai atas nilai tukar disebut nilai lebih

2. Teori Nilai Subjektif

a. Menurut Gossen

Hukum Gossen I (Law of Diminishing Utility)
Yaitu kepuasan yang semakin berkurang  yang berbunyi :

Jika kebutuhan dipenuhi terus menerus, maka kenikmatannya makin lama makin berkurang sehingga akhirnya dicapai kepuasan.

Hukum Gossen II (Law of Marginal Utility)
Yang berbunyi :

Manusia akan berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai pada tingkat intensitas yang sama.

b. Teori nilai Austria (Karl Manger)

Konsumen akan membagi pendapatannya untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai mencapai tingkat intensitas yang harmonis / selaras

c. Teori nilai batas (Von Bohm Bawerk)

Nilai batas adalah nilai yang diberikan kepada barang yang dimilikinya paling akhir atau nilai pemuasan yang paling akhir.

D. Teori Produksi

1. Jenis-jenis Produksi

  1. Ekstraktif yaitu jenis produksi yang langsung mengambil bahan baku dari alam. Contoh : pertambangan dan perikanan.
  2. Agraris yaitu jenis produksi yang mengelola tanah / alam. Contoh : pertanian dan peternakan.
  3. Industri yaitu jenis produksi yang mengolah barang bahan baku menjadi barang setengah jadi / barang jadi. Contoh : pabrik tekstil, pembuatan makanan.
  4. Perdagangan yaitu jenis produksi yang membeli barang, kemudian dijual kembali tanpa mengubah bentuk. Contoh : supermarket, pasar.
  5. Jasa yaitu jenis produksi yang memberikan pelayanan kepada konsumen. Contoh : dokter, tukang cukur.

2. Perluasan Produksi
Perluasan produksi yaitu kemampuan perusahaan untuk menghsilkan barang / jasa dengan faktor produksi yang tersedia.

Beberapa cara perluasan produksi, yaitu :

  1. Ekstensifikasi, yaitu perluasan produksi dengan cara menambah jumlah faktor produksi.
  2. Intensifikasi, yaitu perluasan produksi dengan cara meningkatkan kualitas.
  3. Diversifikasi, yaitu perluasan produksi dengan cara penganekaragaman jenis produksi.
  4. Rasionalisasi, yaitu perluasan produksi dengan cara melakukan efisiensi di semua bidang untuk memperoleh laba maksimum.
  5. Mekanisme, yaitu perluasan produksi dengan cara mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin.

Ya, demikianlah kita telah bahas beberapa hal terkait dengan perilaku konsumen dan produsen, semoga bermanfaat bagi sahabat bangkusekolah.com. Jangan lupa dilike dan dishare ya. Terima kasih.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY