Pembiasan dan Pemantulan Sempurna

Pembiasan dan Pemantulan Sempurna

1104
0
SHARE

Pembiasan Sempurna

Jika sahabat bangkusekolah.com mengamati benda yang lebih rapat yang berada dalam medium yang kurang rapat, maka tinggi bayangan semu lebih kecil dibandingkan dengan tinggi sebenarnya. Gejala ini dikenal sebagai pemendekan semu.

fd9.bmp

Kemudian, jika kamu mengamati  benda yang berada di medium yang kurang rapat yang berada dalam medium yang lebih rapat, maka tinggi banyangan semu lebih besar dibandingkan dengan tinggi sebenarnya. Gejala ini disebut dengan pemanjangan semu.

Dalam geometri, kita memperoleh bahwa:

Screenshot_1

Persamaan di atas dapat dituliskan sebagai berikut:

Screenshot_2

Dengan arti:
h’ = tinggi semu,
h = tinggi sebenarnya,
n1 = indeks bias medium tempat benda,
n2 = indeks bias medium tempat pengamat,
∅1 = sudut datang,
∅2 = sudut bias.

Latihan soal
Andi sedang menyelam pada kedalaman 0.5 meter sedangkan iwan sedang berbaring pada papan loncat di suatu kolam renang yang jarak antara papan tersebut dengan permukaan kolam renang 3 meter. Berakan jarak iwan dan andi menurut (a) Iwan dan (b) andi.

Sebuah batu terletak di dasar sebuah kolomm. Kolam tersebut berisi air sedalam 2 mete dengan indeks bias 4/3. Pada kedalaman berapa batu tersebut terlihat oleh mata dari permukaan airm jika (a) baru tersbeut dilihat hampir secara vertikal di atas batu dan (b) sudut antara garis pandang terhadap bayangan batu dengan garis normal 30 derajat.

Sebuah benda berada 30 cm di atas permukaan air. Sorang penyelam yang berada hampir vertikal dibawah benda tersebut mengamati benda. Jika penyelam berada 0,5 meter di bawah permukaan air, tentukanlah (a) jarak tampak benda tersebut dihitung dari permukaan air dan (b) jarak tampak benda tersebut dengan garis normal 30 derajat?

Pemantulan Sempurna

Jika suatu berkas cahaya datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, maka sinar yang dibiaskan akan menjauhi garis normal. Pada suatu sudut datang tertentu dapat dibuat sedemikian rupa sehingga sudut bisa ∅2 = 90 derajat (sinar dibiaskan dalam arah sejajar permukaan batas).

Besar sudut datang dalam keadaan ini disebut sebagai sudut kritis atau sudut batas dengan lambang ∅k. Untuk nilai-nilai sudut datang ∅1 yang lebih besar dari ∅k, semua cahaya yang datang akan dipantulkan, tidak ada yang dibiaskan. Peristiwa ini dikenal dengan pemantulan sempurna.

Besar sudut kritis ∅k dapat ditentukan dengan menerapkan hukum Snellius sebagai berikut:

n1 sin ∅k = n2 sin 90 derajat
sin ∅k = n2/n1

dengan;

n1 = indeks bias medium 1,
n2 = indeks bias medium 2 dengan syarat n1 lebih besar dari n2

Pemantulan sempurna tidak mungkin terjadi jika cahaya datang dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat.

Intan tampak indah berkilau karena peristiwa pemantulan sempurna. Fenomena ini juga yang menyebabkan serat optik mampu membelokan cahaya pada sudut yang tajam. Serat optik sering digunakan untuk dunia kedokteran dalam memeriksa bagian dalam tubuh pasien tanpa harus membedahnya.

Latihan soal

Seberkas sinar datang dari kaca menuju air. Indeks bias kaca 3/2 sedangkan indeks bias air 4/3 . berapa sudut kritisnya?

Sebuah benda bercahaya diletakkan pada dasar sebuah kolam yang lebar sekali dengan kedalaman 7 meter berisi penuh air jernih. Berapa jari-jari minimum papan berbentuk lingkaran yang terapung di permukaan air untuk menghalangi penglihatan terhadapa benda dari segala arah? Anggap pusat papan tepat vertikal di atas benda dan indeks bias air 4/3.

Itulah ulasan mengenai tinggi semu akibat pembiasan dan pemantulan sempurna. Jangan lupa like dan share ya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY