Besaran Skalar dan Besaran Vektor

Besaran Skalar dan Besaran Vektor

4720
0
SHARE

Dalam ilmu Fisika, besaran bukan hanya besaran pokok dan besaran turunan saja, tapi dalam ilmu Fisika juga dikenal besaran skalar dan besaran vektor.

Nah, berbicara masalah kedua besaran ini, mungkin kalian masih belum paham betul apa yang dimaksud dengan besaran skalar dan besaran vektor. Baiklah, untuk mempersingkat waktu dan agar kalian lebih cepat memahaminya, kita simak bersama ulasana di bawah ini.

A. Besaran Skalar

Ada beberapa macam besaran yang kita kenal dalam dunia fisika seperti misalnya massa, waktu, panjang serta beberapa besaran lainnya yang memang dinyatakan dalam satu angka dan biasanya diikuti oleh suatu satuan. Contohnya saja massa suatu benda adalah 5 kg. Contoh besaran seperti bisa dikatakan besaran yang tidak memiliki arah. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa besaran ini disebut dengan besaran skalar.

Lantas mengapa besaran ini dikatakan besaran yang tidak memiliki arah? Hal ini dikarenakan besaran tersebut bernilai sama ke semua orientasi (arah). Nah, perhitungan untuk besaran skalar meliputi semua operasi-operasi matematik seperti misalnya pengurangan, penjumlahan, pembagian dan juga perkalian. Berikut ini ada beberapa contoh besaran skalar yang biasa kita dengar dan kita jumpai dalam kehidupan kita.

  1. Massa
    Besaran massa (m) bisa kita peroleh dengan cara menimbang atau mengkur suatu benda atau zat dengan menggunakan neraca. Selain itu juga, besaran massa suatu benda juga bisa kita cari dengan pembagian gaya yang terjadi terhadap percepatan daripada benda itu sendiri. Satu hal yang perlu sobat bangkusekolah.com ketahui, massa berbeda dengan berat.
  2. Panjang atau Jarak
    Panjang atau jarak (s) bisa kita peroleh dengan cara mengukur menggunakan penggaris, mistar, jangka sorong, atau bisa juga menggunakan micrometer skrup. Selain itu juga, besaran panjang atau jarak juga bisa kita peroleh dari panjang atau jarak yang ditempuh oleh benda serta bisa juga kita peroleh dari hasil perkalian antara kelajuan dengan lamanya waktu tempuh.
  3. Luas
    Luas (A) bisa kita peroleh dari hasil perkalian ruas, sisi atau jari-jarinya. Misalnya saja untuk luas persegi panjang. Kita bisa mencarinya dengan cara mengalikan panjang dan lebar persegi panjang tersebut.
  4. Volume
    Contohnya saja volume dari balok. Volume balok bisa kita peroleh dengan cara mengalikan panjang, lebar dan juga tinggi balok tersebut.
  5. Waktu
    Besaran waktu (t) pada suatu benda yang bergerak bisa kita peroleh dengan cara membagikan jarak (s) dengan besarnya laju (v).

B. Besaran Vektor
Kalian tahu apa yang dimaksud dengan besaran vektor? Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan juga memiliki arah. Contohnya saja ketika kita mengatakan sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Nah, dari ini pasti akan muncul sebuah pertanyaan akan melaju kemana mobil tersebut? Apakah mobil tersebut akan melaju 80 km/jam kea rah timur, atau 80 km/jam ke arah utara, atau bahkan ke arah yang lainnya. Kecepatan merupakan salah satu contoh dari besaran vektor sehingga kecepatan harus dinyatakan dengan nilai dan juga arah.

Bagaimana? Apa kalian sudah paham apa yang dimaksud dengan besaran skalar dan besaran vektor? Sudah paham beberapa contoh besaran yang dimaksud? Jika masih ada yang kurang kalian paham bisa langsung kalian tanyakan disini. Dan pada pertemuan selanjutnya kami akan menjelaskan besaran yang lainnya yakni besaran pokok dan besaran turunan. Kami juga akan memberikan beberapa contohnya agar kalian lebih mudah memahaminya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY