Menghitung Lilitan Primer dan Lilitan Sekunder Pada Trafo Ideal

Menghitung Lilitan Primer dan Lilitan Sekunder Pada Trafo Ideal

16296
0
SHARE

Sobat bangkusekolah.com ketemu lagi dengan kami. Bagaimana kabar kalian semua? Sudah pada paham pelajaran Fisika belum? Nah, kali ini kami akan memberikan sedikit penjelasan pada kalian bagaimana cara menghitung lilitan primer dan lilitan sekunder pada trafo ideal.

Namun sebelum kalian melangkah lebih jauh lagi, terlebih dahulu kalian harus paham betul konsep trafo ideal. Yang mana seperti diketahui, konsep trafo ideal adalah besar tegangannya adalah berbanding lurus dengan besarnya jumlah lilitan.

Menghitung Lilitan Primer dan Lilitan Sekunder Pada Trafo Ideal

Jika sebuah trafo ideal memiliki lilitan yang banyak, maka secara tidak langsung besarnya tenaga yang dihasilkan juga besar sebanding dengan besarnya lilitan. Dengan menggunakan konsep dasar trafo ini dapat disimpulkan jika hubungan antara lilitan primer dengan lilitan sekunder pada tegangan primer dan sekuder bisa dirumuskan menjadi.

trafo ideal
trafo ideal

Perlu kalian ingat jika pada trafo ideal megnhasilkan jumlah daya listrik yang keluar yang sama dengan jumlah daya yang masuk. Dapat dirumuskan jika,

V.I = P

Ps = Pp

Vs . Is = Vp . Ip

Atau bisa juga

Vp / Vs = Is . Ip

Nah, dari rumus di atas bisa disimpulkan jika hubungan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan sekunder dengan kuatnya arus primer dan arus sekunder bisa dirumuskan seperti pada gambar berikut.

Dengan begitu, dalam menghitung lilitan primer dan sekuder pada sebuah tranformator ideal kita bisa menggunakan rumus seperti pada gambar di bawah ini.

Agar kalian lebih paham bagaimana cara menghitung lilitan primer dan lilitan sekunder, di bawah ini kami telah menyediakan contoh soal yang bisa kalian pahami.

Contoh 1

Pada sebuah trafo ideal memiliki besar tegangan masuk sebesar 5 V. Jumlah lilitannya adalah 800. Agar bisa menghasilkan tegangan sebesar 200 V, berapa jumlah lilitan yang diperlukan?

Penyelesaian contoh 1:

Diketahui :

Vp = 5 V,

Np = 800, dan

Vs = 200 V

Ditanya :

Berapakah jumlah lilitan yang diperlukan untuk menghasilkan tenaga sebesar 200 V?

Jawab :

Np/Ns = Vp/Vs

800/Ns = 5/200

Ns = 800 × 200/5

Ns = 32000

Jadi, besarnya jumlah lilitan yang diperlukan adalah sebesar 32.000 lilitan.

Contoh 2

Berapakah kuat arus primer pada sebuah transformator yang akan diturunkan dari tegangan 220 V menjadi 11 V jika diketahui besarnya arus sekunder adalah 0,6 A.

Penyelesaian contoh 2:

Diketahui :

Vp = 220 V

Vs = 11 V

Is = 0,6 A

Ditanya :

Berapakah kuat arus primer?

Jawab :

Is/Ip = Vp/Vs

0,6/Ip = 220/11

Ip = 0,6 × 11/220

Ip = 0,03 A

Ip = 3 mA

Jadi,besarnya kuat arus primernya adalah 3 mA

Contoh 3

Sebuah transformator memiliki kumparan sekunder transistor sebesar 30 lilitan. Transformator ini akan digunakan untuk menghubungkan radio transistor 9 V AC dengan sumber tegangan sebesar 120 V. berapakah jumlah lilitan primer serta kuat arus primer jika kuat arus yang dibutuhkan oleh radio transistor dengan tenagan 400mA?

Penyelesaian contoh 3:

Diketahui:

Vs = 9 V

Vp = 120 V

Ns = 30 lilitan

Is = 400 mA = 0,4 A

Ditanya :

Berapakah jumlah lilitan primer serta kuat arus primer jika kuat arus yang dibutuhkan oleh radio transistor dengan tenagan 400mA?

Jawab :

Np/Ns = Vp/Vs

Np/30 = 120/9

Np = 30 × 120/9

Np = 400 lilitan

0,4/Ip = 120/9

Ip = 0,4 × 9/120

Ip = 0,03 A = 3 mA

Jadi, besarnya jumlah lilitan primer serta kuat arus primernya ialah 3 mA dan 400 lilitan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY