Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkat Keanekaragaman Hayati

1533
0
SHARE

Sahabat bangkusekolah.com, setelah pada kesempatan yang lalu kita membahas tentang keanekaragaman hayati dan manfaat keanekaragaman hayati, kali ini kita akan membahas tentang tingkat keanekaragaman hayati. Tetapi sebelumnya pernahkah kamu berpikir tentang sebab terjadinya keanekaragaman hayati?

Sebenarnya, ada dua penyebab keanekaragaman hayati. Dua penyebab itu yaitu faktor keturunan atau genetik dan faktor lingkungan. Faktor keturunan terjadi karena adanya gen yang akan memberikan sifat dasar atau sifat bawaan. Sifat bawaan ini diwariskan turun temurun dari induk ke turunannya. Akan tetapi, ada kalanya faktor lingkungan menyebabkan faktor bawaan tidak muncul.

Perbedaan bisa terjadi ketika faktor bawaan dan faktor lingkungan berbeda. Dengan begitu, ada interaksi yang terjadi antara faktor genetik atau bawaan dengan faktor lingkungan. Keanekaragaman hayati muncul akibat dua faktor tersebut.

Tingkat keanekaragaman hayati

Ada tiga tingkat keanekaragaman hayati yang terjadi di alam ini. Apa sajakah itu?

1. Keanekaragaman Gen

Gen merupakan faktor penting yang menyebabkan adanya keanekaragaman hayati. Arti dari gen adalah sifat bawaan yang menentukan sifat makhluk hidup. Pada benang kromosonlah gen berada. Benang tersebut terdapat pada inti sel makhluk hidup. Pada manusia, sifat rambut lurus, hidung mancung, mata lebar, warna kulit, dan masih banyak lagi semuanya ditentukah oleh gen.

Jadi, sifat atau karakter dari makhluk hidup dikendalikan oleh gen. jika gen pada makhluk hidup berubah, maka sifat-sifatpun akan ikut berubah. Sifat-sifat yang ditentukan oleh gen disebut genotipe. Ini dikenal sebagai pembawaan. Meskipun termasuk spesies yang sama, tidak ada satu individu yang persis sama dengan yang lain, karena adanya keanekaragaman gen. sekilas memang ada kemiripan bentuk luar.

Namun jika diamati, akan terdapat variasi sifat sehingga tampaklah adanya keanekaragaman. Sebagai contohnya, sahabat bangkusekolah.com bisa memperhatikan antara mangga gadung yang manis dengan yang asam, pohon mawar merah dengan pohon mawar putih, sangat sulit untuk membedakannya bukan? Hal tersebut karena jika kita lihat akan sama.

a. Variasi dan Varietas

Varietas jeruk dengan penampakan yang berbeda

Variasi pada makhluk hidup yang sejenis tidak hanya terdapat pada tumbuhan. Akan tetapi, pada manusia juga. Contohnya, terdapat anak-anak dalam satu keluarga yang memiliki sifat berbeda-beda. Ada anak yang memiliki badan kekar, ada yang tidak, kemudian ada juga yang memiliki hidung mancung, ada yang tidak. Contoh lainnya pada biji tumbuhan kacang hijau, ada yang kecil dan ada yang besar. kemudian, kamu juga bisa melihat bahwa warna bulu anak ayam yang berasal dari satu induk memiliki warna yang berbeda dari satu ayam dengan ayam yang lainnya.

Keanekaragaman varietas bisa menghasilkan berbagai macam jenis seperti varietas padi PB, rojo lele, dan masih banyak lagi jenis varietas padi yang lainnya.

b. Keanekaragaman fenotipe dan genotipe

Faktor lingkungan membuat individu berbeda meskipun genotipenya sama. Fenotipe merupakan kombinasi yang terjadi antara genotipe dengan lingkungan yang menghasilkan sifat tampak dari luar.

2. Keanekaragaman Jenis

Kamu bisa menjumpai ada banyak jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda jenis. Di dalam satu famili rumput, dapat dijumpai rumput grinting, padi, jagung, dan rumput gajah. Di dalam golongan burung dapat dijumpai merpati, kenari, bebek, angsa, dan parkit.

3. Keanekaragaman Ekosistem

Selalu terjadi interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Hal ini disebut sebagai interaksi biotik. Kemudian, ada interaksi abiotik yaitu antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Interaksi biotic-abiotik membentuk sebuah ekosistem. Contoh ekosistem yaitu ekosistem hutan bakau, ekosistem hutan hujan tropik, ekosistem padang rumput, ekosistem sawah dan ekosistem sawah.

Itulah penjelasan tentang tingkat keanekaragaman hayati yang bisa kamu pelajari. Jangan lupa like dan share ya…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY