Hubungan Ilmu Kimia dengan Ilmu Lainnya

Hubungan Ilmu Kimia dengan Ilmu Lainnya

12169
0
SHARE

Hai sahabat bangkusekolah.com! Kali ini kita akan bahas mengenai hubungan ilmu kimia dengan ilmu lainnya. Ternyata ilmu kimia ada hubungannya dengan imu lainnya lho. Mau tahu? Yuk kita bahas!

bab-1-pendahuluan-kimia-4-638

Ilmu kimia disebut juga central science. Hal ini karena ilmu kimia memiliki peranan yang sangat penting di antara ilmu pengetahuan lainnya. Tidak ada bidang ilmu pengetahuan alam yang tidak bergantung pada ilmu kimia. Pengembangan dalam bidang kedokteran, farmasi, geologi, pertanian, dan sebagaimya semuanya akan jalan di tempat tanpa kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia. Begitu juga dalam dunia pendidikan, kimia berperan sentral. Dalam pelajaran biologi, geologi, dan fisika, kamu akan menemukan topic yang menyangkut ilmu kimia.

Penemuan pupuk, pestisida, dan bahan pengawet telah membawa kemajuan yang sangat berarti dalam bidang pertanian. Perkembangan dalam kimia organik telah menghasilkan kemajuan di bidang farmasi, misalnya dalam hal sintesis obat baru. Kemajuan dalam cara penentuan struktur molekul telah memacu kemajuan dalam bidang biologi dan kedokteran. Kemajuan yang dicapai di bidang analisis kimia membawa kemajuan dalam berbagai bidang seperti kedokteran, geokimia, ilmu lingkungan, dan industri. Industri kimia merupakan penerapan dari konsep kimia fisika.

Ilmu kimia juga dapat menyelesaikan masalah sosial seperti masalah ekonomi, hukum, seni dan lingkungan. Berkat kemajuan dalam kimia analisi, komposisi suatu produk dapat ditentukan. Dengan demikian, pemalsuan suatu produk dapat dibuktikan. Di bidang umum, ilmu kimia dapat digunakan misalnya untuk identifikasi barang bukti kejahatan. Sehelai rambut yang tertinggal di tempat kejadian perkara dapat digunakan sebagai petunjuk terlibat-tidaknya seseorang dalam suatu aksi kejahatan. Begitu juga dalam bidang seni, ilmu kimia dapat digunakan untuk menentukan asli-tidaknya suatu karya seni.

Pemecahan masalah lingkunagn, industry, dan kesehatan umumnya memerlukan kimia. Jika anda melakukan penelitian untuk memahami penipisan lapisan ozon, atau menentukan struktur Kristal suatu batuan, atau material untuk super konduktor, atau proses metabolism dan pernapasan, atau pengaruh obat terhadap tubuh, kamu memerlukan ilmu kimia.

Dewasa ini, kehidupan kita sehari-hari semakin dibanjiri bahan kimia. Jadi, bukan hanya orang yang bekerja di laboratorium kimia saja yang berhadapan dengan bahan kimia, tetapi semuanya, termasuk anak-anak dan ibu rumah tangga. Oleh karena itu, semua orang hendaknya melek kimia. Terutama para pengambil keputusan dan penentu kebijakan, jangan sampai keputusan atau kebijakan mereka menyebabkan masalah lingkungan.

Bahan kimia itu sendiri sebenarnya tidak perlu ditakuti tetapi haruslah ditangani secara tepat. Perlu disadari bahwa tidak ada suatu zat kimia yang 100% aman. Bahkan garam dapur, sesuatu yang selalu ada dalam makanan kita sehari-hari, jika kita makan secara berlebihan dapat menimbulkan masalah. Kafein, zat aktif yang terdapat dalam kopi, the dan coklat, dalam jumlah kecil dapat merangsang system syaraf, namun suatu dosis tunggal sebanyak 5 gram akan berakibat fatal. Bahan kimia yang relative berbahaya sehingga memerlukan penanganan khusus digolongkan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3). Beberapa contoh B3 yang sering terdapat di rumah tangga adalah pemutih, pembersih lantai, pestisida seperti obat nyamuk dan racun tikus, beberapa bahan kosmetik seperti semir rambut dan alkohol. Bahan seperti itu haruslah disimpan baik-baik, dihindarkan dari jangkauan anak-anak.

Itulah pembahasan mengenai hubungan ilmu kimia dengan ilmu lainnya. Selain berguna bagi ilmu lain, ilmu kimia juga memerlukan ilmu lain sepertimatematikan, fisika dan biologi. Batasa antara fisika dan kimia sangat tipis. Kamu akan menemukan berbagai topik yang dibahas dalam kimia juga dalam fisika.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY