Penyebab dan Dampak Utang Luar Negeri

Penyebab dan Dampak Utang Luar Negeri

7838
0
SHARE

Kata utang merupakan bagian dari kehidupan perekonomian kita sehari-hari. Bila kita membeli barang di warung fan ternyata uang yang kita bawa kurang, kita berhutang dengan janji akan membayarnya secepat mungkin. Bila kita membutuhkan dana, kita bisa meminjam uang di bank. Peminjaman uang itu merupakan bentuk utang kita kepada bank yang harus kita bayar dengan tambahan bunga.

Seperti kita, Negara juga dapat meminjam uang kepada Negara lain atau lembaga tertentu. Kebanyakan Negara kreditur atau Negara yang meminjam uang adalah Negara-negara yang berkembang. Berikut ini mari kita pahami lebih lanjut tentang penyebab dan dampak utang luar negeri.

A. Penyebab Utang Luar Negeri

Beberapa alasan bahwa negara berkembang sering melakukan utang luar negeri:

1. Banyak negara berkembang memiliki defisit perdagangan yang tinggi.

Mencari pinjaman utang merupakan salah satu cara untuk mengatasi defisit. Terlebih lagi, jika sumber daya alam yang dimiliki sangat terbatas dan tingkat pendidikan sumber daya manusia sangat rendah serta teknologi yang digunakan adalah teknologi sangatt sederhana.

Untuk menutup kekurangan modal pembangunan itu, mereka berhutang kepada kepada Negara-negara sahabat atau beberapa lembaga keuangan internasional dalam jangka waktu, menengah maupun panjang. Bentuk utang tersebut bisa pinjaman keras (loan), bantuan, hibah (grant), pinjaman lunak jangka panjang (soft loan). Bantuan komoditi dan bantuan teknik.

Penyebab defisit pada anggaran pemerintah yaitu lebih banyaknya pengeluaran pembangunan dibandingkan dengan tabungan pemerintah.

2. Utang luar negeri dibutuhkan untuk meningkatkan standar kehidupan Negara berkembang

Negara berkembang membutuhkan banyak dana untuk membangun fasilitas-fasilitas dalam skala besar seperti membangun Bandar udara internasional yang lebih besar atau membangun jalan layang. Niat baik ini sayangnya hanya menguntungkan sebagian orang saja. Masyarakat daerah pedalaman kurang menikmati fasilitas-fasilitas besar tersebut.

3. Utang luar negeri dibutuhkan untuk membuat seluruh anggota masyarakat lebih mandiri

Ketika Negara tersebut mendapatkan pinjaman dari luar negeri, pinjaman itu seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memprioritaskan pada:

a. Program padat karya di pedesaan.

b. Subsidi kredit program bagi pemulihan sector riil yang berbasis pada UKM dan sektor-sektor prioritas, terutama infrastruktur, pertanian dan industry dengan multiplier tinggi dan/ atau yang meningkatkan kapasitas teknologi bangas. Dengan demikian Negara tersebut bisa menghasilkan produk yang bisa diekspor ke Negara lain. Pinjaman tersebut juga bisa ditanamkan untuk pendidikan agar Negara tersebut bisa menghasilkan tenaga kerja yang memiliki ketrampilan yang lebih tinggi.

c. Pembiayaan sektor sosial, terutama pendidikan dan kesehatan.

4. Utang luar negeri dibutuhkan pada saat terjadi bencana.

Ketika terjadi bencana alam, tidak semua Negara mampu mengatasinya dengan cepat dan segera. Pada saat seperti ini, bantuan luar negeri amat dibutuhkan. Pada saat terjadi bencana alam tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, Indonesia menerima bantuan luar negeri untuk membantu korban serta membangun wilayah yang telah porak poranda.

ui

B. Dampak Utang Luar Negeri

Berikut ini beberapa dampak utang luar negeri terhadap negara berkembang:

a. Bantuan utang luar negeri justru memperlambat pertumbuhan sehubungan dengan adanya substitusi terhadap investasi dan tabungan dalam negeri dan membesarnya defisit neraca pembayaran Negara-negara berkembang.
b. Memperlebar kesenjangan standar hidup antara si kaya dan si miskin di Negara-negara dunia ketiga.
c. Menghambat pertumbuhan dengan semakin terkurasnya tabungan dan buruknya distribusi pendapatan.
d. Memperlebar kesenjangan tabunagn dan devisa yang ada dan menciptakan kesenjangan baru seperti kesenjangan antara kota dan desa atau sektor modern dan tradisional.
e. Menciptakan kaum birokrat yang korup, mematikan inisiatif dan menciptakan mental pengemis bagi Negara penerimanya.

Itulah sekilas pembahasan mengenai penyebab dan dampak utang luar negeri. Setelah membaca materi di atas, semoga sahabat bangkusekolah.com lebih paham.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY