Jaringan Meristem dan Jaringan Permanen

Jaringan Meristem dan Jaringan Permanen

10780
0
SHARE

Seperti yang kita ketahui, tumbuhan terdiri dari sel sel. Sel sel tersebut pada beberapa bagian membentuk jaringan yang memiliki fungsi tertentu. Selanjutnya jaringan tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Berikut ini kita bahas tentang kedua jaringan tersebut.

A. Jaringan Meristem

Screenshot (115)

Jaringan meristem adalah jaringan mudah yang sel-selnya membelah atau bersifat embrional (tanaman yang masih muda). Mengapa disebut membelah? karena nama meristem sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu meristes yang artinya membelah. Sel-sel jaringan meristem pada umumnya berdinding tipis, memiliki bentuk dan ukuran yang sama, kaya protoplasma yang tidak mengandung kristal dan cadangan makanan, selain itu juga inti selnya berukuran relatif besar, plastidanya belum matang, dan umumnya memiliki rongga sel yang amat kecil. Jaringan meristem ini dibedakan menjadi 3 berdasarkan letaknya, antara lain:

1) meristem apikal

meristem apikal atau meristem ujung, letaknya terdapat di ujung batang dan ujung akar. Meristem ini juga biasa disebut dengan meristem primer yang menyebababkan pertumbuhan primer pada tanaman yaitu tumbuhan semakin tinggi.

2) meristem lateral

meristem ini biasa disebut dengan meristem sekunder. Terletak di samping batang atau akar, berupa kambium dan kambium gabus, meristem sekunder ini menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder, yaitu batang bertambah lebar.

3) meristem interkalar

meristem interkalar atau meristem antara ini terletak di antara jaringan dewasa, misalnya di pangkal ruas-ruas batang.

B. Jaringan Permanen

Jaringan permanen atau jaringan dewasa merupakan hasil diferensiasi jaringan meristem. Pada umumnya, jaringan ini tidak lagi membelah, bentuknya pun relatif permanen, selain itu rongga selnya juga besar dan dinding selnya sudah mengalami penebalan. berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan ini dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut dan yang terakhir jaringan gabus.

1) Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling atas. jaringan epidermis ini menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan, khususnya organ – organ yang masih muda seperti permukaan akar, batang, daun, bunga, bunga, ataupun biji. Pada jaringan epidermis terdapat stomata tetapi ketika rusak digantikan dengan lentisel. Bentuk sel epidermis ini bermacam-macam. Ada yang berbentuk seperti kubus, abstrak, segi banyak dan dinding berlekuk-lekuk, sesuai dengan letak dan fungsinya.

ciri-ciri jaringan epidermis antara lain:

– tersusun atas sel-sel hidup yang berbentuk kubus/balok

– tersusun rapat

– tidak memiliki kloroplas, terdiri atas selapis sel tunggal

– tidak memiliki klorofil

– dinding sel yang berbatasan dengan udara luar mengalami penebalan, sedangkan dinding lainnya tipis

2) Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim sering disebut sebagai jaringan dasar karena selalu terdapat di antara jaringan-jaringan yang lain pada semua organ tubuh. Jaringan parenkim terdiri atas kelompok sel hidup, yang berukuran besar, kaya ruang antar sel, memiliki organel sel lengkap, bentuk, ukuran maupun fungsi fisiologisnya sering berbeda – beda. Sehingga jaringan ini biasa digunakan sebagai bahan dalam pengembangan kultur jaringan. Parenkim berfungsi menyimpan air, menyintesis, dan menyimpan cadangan makanan yang umumnya berupa larutan dalam vakuola.

3) Jaringan penyokong atau penguat

Jaringan ini berfungsi untuk menunjang dan memperkuat bagian tubuh tumbuhan, melindungi berkas pengangkut dan memperkuat jaringan parenkim. Jaringan ini terdiri atas kolenkim  dan sklerenkim. 

– Kolenkim

kolenkim merupakan jaringan yang memberikan kekuatan yang bersifat sementara pada tumbuhan yang masih muda

– Sklerenkim

Sklerenkim merupakan jaringan yang mempunyai dinding yang keras. Jaringan ini juga merupakan jaringan penguat yang bersifat permanen.

4) Jaringan Pengangkut

Jaringan ini berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara tanah. Jaringan pengangkut terdiri dari floem dan juga xilem.

Screenshot (114)

–  Xilem

xilem atau pembuluh kayu merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari beberapa tipe sel, baik sel mati maupun hidup. Fungsi utama xilem adalah untuk mengangkut hara dan air.

–  Floem

Floem atau pembuluh kulit kayu adalah jaringan kompleks yang terdiri atas beberapa unsur dengan tipe berbeda, yaitu pembuluh tapis, sel pengiring, parenkima, serat dan sklereid. Fungsi  utama dari floem ialah untuk mengangkut air dan zat hasil asimilasi.

Demikianlah pembahasan tentang jaringan tumbuhan, semoga bermanfaat. Jangan lupa di like dan dishare ya, terima kasih.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY