Pengertian, unsur dan jenis drama

Pengertian, unsur dan jenis drama

9987
2
SHARE

Halo sahabat bangkusekolah.com… masih setia berkunjung ke sini kan.. hehe.. kali ini kita akan membahas tentang drama. Yuk langsung saja kita mulai..

I. Pengertian drama

Drama adalah bentuk karya sastra yang bertujuan untuk menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan peristiwa dan emosi melalui perilaku dan dialog. Pelaku pementasan drama yaitu sutradara, penulis naskah, narrator, pemain, penata artistic, penara rias dan kostum.

II. Unsur-unsur yang terdapat dalam drama

a. Penokohan

Penokohan adalah penggambaran karakter / kepribadian pelaku / tokoh. Tokoh sendiri dibedakan menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut :

  1. Tokoh Protagonis yaitu tokoh yang mendukung cerita. Pada umumnya tookh protagonist merupakan tokoh idaman dan tokoh utama.
  2. Tokoh Antagonis yaitu tokoh yang menentang cerita. Tokoh ini merupakan lawan dari tokoh antagonis.
  3. Tokoh Tritagonis yaitu tokoh pembantu. Kehadirannya mendampingin keberadaan tokoh.

b. Dialog

Dialog merupakan percakapan yang ada di dalam sebuah drama. Dialog harus mendukung gerak laku. Pada umumnya dialog yang di atas pentas memiliki kesan lebih tajam dan lebih kuat dibandingkan dengan yang terjadi sehari-hari pada umumnya

c. Alur

Alur merupakan rangkaian kejadian yang dialami oleh para pelaku cerita. Alur dapat dikeompokkan menjadi 5 tahap, yaitu :

  1. Eksposisi / introduksi yaitu pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku.
  2. Intrik yaitu pergesekan konflik. Dalam tahap ini kondisi mula tegang.
  3. Klimaks yaitu tahap dimana konflik/ketegangan mencapai puncaknya.
  4. Antiklimaks yaitu tahap dimana konflik/ketegangan mulai menurun.
  5. Konklusi yaitu akhir peristiwa yang merupakan penentuan nasib pelaku utama.

d. Latar

Latar merupakan gambaran mengenai tempat, ruang, waktu dan suasana di dalam naskah drama.

III. Jenis-jenis drama

Berdasarkan bentuknya drama dapat dibedakan menjadi :

a. Tragedi

yaitu drama yang menampilkan pelaku utamanya mengalami penderitaan yang luar biasa bahkan sampai meninggal dunia.

b. Komedi

yaitu drama yang bersifat menghibur, namun didalamnya terkandung sindiran secara halus.

c. Farce (Pertunjukan Jenaka)

yaitu drama yang lebih mengutamakan kelucuan dan didalamnya tidak terkandung unsur sindiran.

d. Melodrama

yaitu lakon yang sangat sentimental dengan pementasan yang mendebarkan dan mengharukan. Di dalam melodrama, penokohan kurang diperhatikan karena lebih mengutamakan alur dan lakon.

e. Satire

yaitu kelucuan dalam hidup yang ditanggapi dengan kesungguhan. Pada umumnya didalamnya terkadung kecaman / kritik yang terselubung.

IV. Istilah-istilah dalam drama

Dalam pementasan sebuah drama terdapat hal-hal yang pelu menjadi perhatian yaitu :

a. Mimik

yaitu gerak gerik atau perubahan raut muka pemain drama

b. Gerak

yaitu aksi pemain drama

c. Pantomimik

yaitu gerak gerik anggota tubuh pada pementasan drama

d. Akting

adalah seni berperan di atas pentas, film dan sebagainya yang merupakan gambaran perwatakan yang diwujudkan dalam gerak, mimik maupun kata-kata

e. Blocking

yaitu penpindahan posisi pemain drama di atas pentas

f. Tata panggung

yaitu seni menata panggung

g. Tata busana

yaitu seni merancang busana yang sesuai untuk pementasan drama

h. Tata bunyi

yaitu seni merancang bunyi-bunyian untuk keperluan pementasan drama

i. Tata Lampu

yaitu seni menata pencahayaan dalam pementasan drama

Demikianlah pembahasan mengenai drama, semoga bermanfaat bagi sahabat bangkusekolah.com. Terima kasih atas kunjungannya…

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY