Fungsi dan Komposisi Darah

Fungsi dan Komposisi Darah

2455
0
SHARE

Sebelum membahas tentang fungsi dan komposisi darah, kita akan membahas tentang apa itu darah.

Pengertian Darah

Darah adalah cairan yang berwarna merah yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi kecuali tumbuhan.

Fungsi Darah

Darah berfungsi antara lain :

  • Sebagai pengangkut oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh jaringan tubuh.
  • Sebagai pengangkut sisa-sisa metabolisme dari jaringan menuju ginjal untuk disekresikan
  • Menjaga suhu tubuh
  • Melawan virus dan bakteri
  • Membantu penyebuhan luka melalui proses pembekuan darah
  • Mendistribusikan hormon untuk mengatur sel-sel tubuh

Komposisi Darah

komposisi darahDarah tersusun dari beberapa bagian yaitu :

1. Plasma Darah (±55%)

Plasma darah berfungsi untuk memelihara tekanan osmotik. Plasma darah terdiri dari sekitar 90% air dan 10% zat-zat yang larut dalam air.

2. Sel Darah (±45%)

Sel darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan keping darah.

a. Sel darah merah / eritrosit

sel darah merahSel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen dan karbon dioksida. Sel darah merah mendapatkan warna merahnya dari zat hemoglobin.

b. Sel darah putih / leukosit

sel darah putihSel darah putih berfungsi untuk menlindungi tubuh dari virus dan bakteri.

Leukosit dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

Leukosit Granulosit yaitu leukosit yang mengandung granula. Leukosit granulosit terbagi menjadi tiga yaitu :

  • Neutrofill, ciri-cirinya yaitu berjumlah paling banyak, granulanya bersifat netral dan paling aktif dalam melawan kuman dibandingkan dengan eosinofil dan basofil.
  • Eosinofil, ciri-cirinya yaitu granulanya bersifat asam, dan berfungsi untuk membunuh kuman dan memakan sel mati.
  • Basofil, ciri-cirnya yaitu granulanya bersifat basa, jumlanya relatif sedikit dan berfungsi untuk membunuh sel asing yang masuk ke dalam tubuh.

Leukosit Agranulosit yaitu leukosit yang tidak memiliki kandungan granula. Leukosit agranulosit terdiri dari

  • Limfosit, yang berfungsi untuk melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Limfosit dibedakan lagi menjadi 2 jenis yaitu :
    • Limfosit T yang terdiri dari limfosit T pembunuh (yang berfungsi untuk membunuh sel asing secara langsung) dan limfosit T penolong (yang berfungsi mengkoordinir limfosit B untuk membentuk antibodi)
    • Limfosit B yang berfungsi untuk membentuk antibodi
  • Monosit yang berfungsi untuk membunuh sel asing, membunuh bibit penyakit dan memakan sel mati.
c. Keping darah / trombosit

Keping darah berfungsi untuk pembekuan darah saat terjadi luka pada tubuh. Pembekuan ini berfungsi untuk menghentikan pendarahan.

Sistem Penggolongan Darah

Sistem penggolongan darah ditemukan oleh Karl Landsteiner. Kemudian apa yang menjadi dasar penggolongan darah ? Yang menjadi dasar penggolongan darah yaitu kandungan aglutinin (antibodi yang terdapat dalam plasma darah) dan aglutinogen (antigen yang terdapat pada permukaan erotrosit) pada darah.

Golongan Darah Aglutinogen Aglutinin
A A β (anti – B)
B B α (anti – A)
AB A dan B
O α dan β

Pada saat melakukan tranfusi darah perlu diperhatikan kecocokan antara golongan darah penerima dengan golongan darah pendonor agar tidak terjadi penggumpalan darah. Berikut ini adalah tabel kesesuaian antara golongan darah penerima (resipien) dan golongan darah pendonor.

Donor Resipien
A B AB O
A × ×
B × ×
AB × × ×
O

√ = aman (tidak menggumpal),  × = tidak aman (menggumpal)

Dari tabel di atas terlihat bahwa golongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada semua golongan, oleh karena itu golongan darah O disebut dengan donor universal, sedangkan Golongan AB dapat menerima dari semua golongan, oleh karena itu golongan AB disebut dengan resipien universal.

Demikianlah pembahasan tentang fungsi dan komposisi darah, semoga bermanfaat bagi sahabat bangkusekolah.com. Terima kasih.

SHARE
Previous articleCara membuat magnet
Next articleAlat Peredaran Darah Manusia
Seorang ayah yang tertarik dengan pendidikan dan teknologi informasi :D

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY