Gejala Biotik dan Abiotik

Gejala Biotik dan Abiotik

1114
0
SHARE

Halo sahabat, kali ini kita akan membahas tentang gejala alam. Angin yang berhembus, air yang mengalir, tanaman yang tumbuh merupakan contoh dari gejala alam. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian gejala biotik, pengertian gejala abiotik, pengamatan serta metode ilmiah. Secara komponen, gejala alam terbagi menjadi dua jenis yaitu :

Gejala Biotik

Gejala Biotik, yaitu gejala alam yang terdapat pada makhluk hidup misalnya manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dll.

Gejala biotik di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Tumbuh
  • Bergerak
  • Berkembang biak
  • Mengeluarkan zat sisa
  • Kepekaan terhadap rangsangan

Contoh dari gejala biotik di antaranya :

Burung yang terbang, Tanaman putri malu yang menutup daunnya ketika disentuh, Bunga anggrek yang memiliki warna yang sangat indah, Balita yang menangis, dll.

Gejala Abiotik

Gejala Abiotik, yaitu gejala alam yang terjadi pada benda-benda tidak hidup. Misalnya udara, tanah, air, cahaya, suhu, dll.

Gejala abiotik di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Perubahan suhu
  • Perubahan bentuk benda akibat pengaruh lingkungan
  • Bau khas pada suatu benda

Contoh dari gejala abiotik di antaranya :

Proses mencairnya es, pergerakan udara (angin), tekstur tanah, Air yang menguap ketika dipanaskan, dll.

Pengamatan gejala biotik dan abiotik

Untuk memahami tentang gejala biotik dan abiotik, kita dapat melakukan pengamatan dengan cara mengamatinya secara langsung maupun menggunakan peralatan seperti di bawah ini :

  • Termometer, yang berfungsi untuk mengukur suhu
  • Mikroskop, yang berfungsi untuk mengamati benda-benda yang berukuran kecil.
  • Lup, yang berfungsi untuk memperbesar tampilan objek yang sedang diamati. 
  • Barometer, yang berfungsi untuk mengetahui tekanan udara
  • pH meter, yang berfungsi untuk mengetahui tingkat keasaman suatu zat.
  • Jangka sorong yang digunakan untuk mengukur panjang atau diameter suatu benda

Metode Ilmiah

Pengataman gejala di atas haruslah dilakukan secara sistematis. Langkah-langkah uang sistematis dan terencana dalam melakukan pengamatan biasa disebut dengan metode ilmiah. Berikut ini pokok-pokok metode ilmiah :

  1. Menemukan, memahami dan merumuskan masalah
  2. Menyusun dugaan (hipotesa)
  3. Melakukan percobaan
  4. Melakukan pengamatan / observasi
  5. Mengumpulkan data yang diperoleh selamat pengamatan baik data kualitatif (data yang diperoleh tanpa menggunakan alat ukur dan tidak dapat dinyatakan dalam angka) maupun data kuantitaif (data yang diperoleh menggunakan alat ukur dan dapat dinyatakan dengan angka)
  6. Menarik kesimpulan

Setelah mendapatkan kesimpulan, kita bisa menuangkannya kedalam laporan ilmiah. Demikian bahasan kita mengenai gelaja biotik dan abiotik. Semoga bermanfaat. Jangan lupa LIKE dan komentarnya ya…, Terima kasih.. 😀

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY